hitcounter
Sunday , November 28 2021

Hindari Komentar Buruk, Ini Etika Menghargai di Dunia Digital

Penggunaan internet untuk berselancar di dunia digital tidak boleh dilakukan seenaknya. Ada etika dunia digital yang wajib ditaati loh.

Menurut aktor, Ahmad Affandy, salah satu pelanggaran etika yang masih sering terjadi adalah meninggalkan komentar buruk ketika melihat konten atau karya yang tidak disukai.

“Padahal tidak perlu seperti itu. Pembuatnya juga pasti kan mengeluarkan waktu dan tenaga untuk bisa mengunggah konten dan karyanya. Sehingga perlu diapresiasi dengan baik,” tutur Ahmad Affandy, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu 3 November 2021.

Ahmad Affandy mengatakan, dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di media sosial, tentu saja akan menemukan konten yang tidak disukai. Namun alih-alih memberikan komentar buruk, konten tersebut sebaiknya ditinggalkan saja.

“Meskipun tidak menyukai karya atau konten tersebut, sebaiknya diam. Lewati saja, itulah langkah paling tepat,” paparnya lagi.

Lalu bagaimana jika menemukan konten yang disukai? Tentu saja memberikan apresiasi perlu dilakukan juga dengan benar.

Misalnya dengan meninggalkan komentar yang baik dan bermanfaat. Jikapun ingin membagikan karya tersebut ke media sosial Anda, tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Izin dulu kepada pemilik karyanya, bolehkah dibagikan di platform lain. Jangan lupa juga memberikan kredit jika dibolehkan, jangan juga menjiplak karya orang untuk diakui sebagai milik kita,” terangnya.

Bagaimana dengan pemilik karya yang karyanya dijiplak tanpa izin atau dibully? Sofia Sari Dewi seorang fashion designer dan kreator digital, menyebut Anda bisa melaporkan tindakan bullying maupun pencurian karya digital ke pihak berwajib.

Ia menyebut ada tiga platform yang bisa digunakan yakni Patrolisiber.id, Lapor.go.id, atau pelaporan langsung ke kantor polisi.

“Sekarang dengan adanya UU ITE, polisi kita juga menangani kasus kejahatan siber. Jadi teman-teman yang jadi korban, jangan ragu untuk melaporkannya ke polisi ya,” terangnya.

Hadir juga dalam webinar kali ini Gebryn Benjamin (Lead creative dan marketing strategy),Sofia Sari Dewi (fashion designer dan digital content creator), dan Asbah (kepala kantor urusan internasional UMMAT).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupaka bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply