hitcounter
Monday , September 20 2021

Graphic Designer Jadi Salah Satu Tren Profesi yang Dibutuhkan di Era Internet

Digital marketing merupakan pemasaran produk atau layanan yang menggunakan teknologi digital, terutama di internet. Di era serba internet, profesi graphic designer yang dibutuhkan dalam digital marketing atau online marketing jadi salah satu tren profesi yang dicari oleh perusahaan e-commerce yang tengah berkembang maupun para pemilik bisnis UMKM.

“Perusahaan e-commerce banyak yang sedang mencari kemampuan digital marketing. Setidaknya dalam dua tahun terakhir, karena itu menguasai bidang ini bisa menjadi sebuah kesempatan baru,” kata Maria Natasha, seorang Graphic Designer nara sumber di webinar Literasi Digital Kota Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (24/8/2021).

Apalagi menurut dia di era transformasi digital, sebagian besar bisnis sudah beralih dalam memasarkan produknya. Mereka tidak lagi beriklan di bentuk tradisional namun online karena jangkauan targetnya lebih luas dan tepat dibandingkan tradisional. Tentunya profesi graphic designer ini meliputi membuat karya visual grafis, termasuk membantu content creator mengkomunikasikan lewat gambar dalam sebuah konten. Menjadi bagian dari digital marketing, kemampuan graphic designer mengkomunikasikan pesan pun akan sangat mendukung.

Maria menjabarkan tiga tips utama untuk membuat konten menarik untuk graphic designer maupun cobtent creator. Pertama-tama kenali dulu jenis media sosial yang ada seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, YouTube, hingga Linkedin. Dari sini seorang digital marketing dapat mengetahui karakter sasaran komunikasinya bagaimana seleranya dan kebiasaanya. Kemudian isi konten harus sesuai kriteria, apakah isinya positif atau menarik dan ketiga komunikasi atau berinteraksi yaitu membuat konten menjadi sarana untuk berinteraksi dengan sasaran audiens yang dituju.

“Cari tahu topik yang sedang viral, buat konten jadi lebih atraktif, menghibur dan ringan. Buat visual konten yang menarik dan distribusikan dengan bijak serta sesuaikan penggunaan bahasa dengan target,” sebut Maria.

Supaya tepat sasaran, audiens harus menyasar target tertentu yang spesifik agar pesan dari konten efektif. Sebab itu konten harus memiliki kesamaan dengan audiens, unik, spesifik, relate dengan kehidupan sehari-hari, konsisten, positif, tidak mengandung SARA, dan menghibur.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Nikita Dompas seorang Producer & Music Director, Elfira Fitri, Manager of External Student Affairs Universitas Multimedia Nusantara, dan Sophie Beatrix, Psikolog dan Praktisi dalam bidang Pendidikan & Industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply