hitcounter
Thursday , August 5 2021

Google Mesin Pencarian yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

Google menjadi mesin pencarian yang paling banyak digunakan di dunia. Menurut data, tahun 2010 -2020 Itu Google itu menempati pertama sebanyak 88,4 persen kedua ada Bing 6,18 persen, Yahoo 2,51 persen, Baidu 0,5 persen dan Yandex 0,25 persen.

Google memproses jutaan pencarian setiap harinya, Google sendiri tersedia dalam 123 bahasa. Search engine lainnya Bing, yang lebih banyak menampilkan gambar di halaman depannya.

“Mesin pencarian ini dibuat oleh pendiri software komputer dunia yaitu Microsoft. Jadi bagi pengguna PC atau laptop besutan Windows. Default browser yang diberikan adalah Microsoft edge dan search engine utamanya adalah Bing,” ujar Leni Fitriani, Dosen dan Kepala Pusat Karir STT Garut dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021).

Jadi ketika kita menggunakan Microsoft edge itu biasanya search engine utamanya itu yang keluar pasti Bing karena itu adalah besutan dari Microsoft. Bing ini lebih lebih enak dilihat karena menampilkan gambar. Berbeda dengan Google, dapat membuat tema sendiri lalu  ubah tema sendiri atau masukan gambar sendiri.

Mesin pencarian lain yaitu Yahoo yang dikenal naik daun tahun 2000-an. Tidak asing dengan yang namanya Yahoo bahkan email juga banyak yang menggunakan Yahoo. Tetapi sekarang itu semuanya terbalik semuanya sekarang semua menggunakan Google. Jadi mungkin anak-anak kekinian sekarang atau anak generasi milenial tidak begitu mengenal Yahoo.

Baidu merupakan search engine buatan China, penduduk China diwajibkan menggunakan produk mereka sendiri salah satunya mesin pencarian ini. Selanjutnya ada Yandex, search engine buatan Rusia yang didirikan tahun 1997 saat ini pengguna mencapai lebih dari 45 persen di Rusia. Selain Rusia Yandex digunakan Ukraina, Turki, Kazakhstan, dan Belarusia. Di Indonesia belum terlalu kenal dengan Yandex

Mesin pencarian lainnya ialah DuckDuckGouhasil pencarian yang ditampilkan oleh DuckDuckGo ini adalah salah satu panelnya ialah zero klik info yang artinya kita tidak perlu melakukan pencarian lebih lanjut mengenai informasi tersebut jadi hasilnya nanti dipaparkan secara lengkap berurutan dan rapi. DuckDuckGo dipakai oleh para orang kenamaan yang sangat menjaga privasi mereka.

“Yang menarik dari DuckDuckGo ini mereka sangat mengamankan privasi kita jadi DuckDuckGo ini tidak menyimpan privasi. Tidak seperti Google yang selalu melihat apa yang sering kita sering cari kemudian nanti Google menyarankan,” ungkapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Frida Kusumastuti (Universitas Muhammadiyah Malang), Catur Nugroho (Dosen Telkom University), Dewi S. Sari (Mafindo), dan Marsha Risdasari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply