hitcounter
Sunday , September 24 2023

Gerakan #BijakBerplastik Turunkan Jumlah Sampah di TPA hingga 14% dan Tingkatkan Sampah di Daur Ulang hingga 17%

Jakarta, Vakansi – Gerakan #BijakBerplastik yang digulirkan Danone-AQUA sejak 2018 ditujukan untuk turut mendukung program Pemerintah mencapai target pengurangan jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan sebesar 70% di tahun 2025. Dalam kurun waktu 4 tahun perjalanannya, gerakan ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan maupun perubahan gaya hidup masyarakat. Untuk itu, Danone-AQUA menggandeng Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB-UI) melakukan studi secara independen untuk menganalisa dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial terhadap gerakan ini.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan, gerakan #BijakBerplastik menjadi komitmen perusahaan untuk  mengimplementasikan praktik Ekonomi Sirkular dalam operasional perusahaan dan pengelolaan sampah kemasan paska konsumsi secara berkelanjutan.

“Hasil kajian ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas atas langkah-langkah yang kami lakukan, utamanya dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan sebesar 70% pada tahun 2025. Guna memastikan keakuratan data serta transparansi, kami bermitra dengan LPEM UI untuk mengukur dampak gerakan #BijakBerplastik terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial,” ujar Vera.

Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjelaskan, dengan sinergi yang baik, pengelolaan sampah plastik yang komprehensif, ekosistem pengelolaan yang mumpuni, serta partisipasi aktif semua pihak, kami yakin target yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai. Tidak hanya itu, pengelolaan sampah plastik yang baik juga dapat memberikan nilai tambah dengan pendekatan Ekonomi Sirkular.

“Pemerintah berharap dengan adanya hasil kajian yang dilakukan Danone-AQUA bersama dengan LPEM UI ini dapat memberikan gambaran nyata terhadap usaha kita semua dalam pengurangan dan pengelolaan sampah plastik yang komprehensif, sehingga memberikan dampak yang positif tidak hanya terhadap lingkungan, namun juga kepada sektor ekonomi dan sosial,” terangnya.

Kajian atas Gerakan #BijakBerplastik dibedakan dalam tiga kategori, yaitu dampak lingkungan, ekonomi dan sosial, dan dijalankan melalui pendekatan survei dengan total 200 responden dan cakupan wilayah di DKI Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bali.

Bisuk Abraham Sisungkunon, Peneliti Ekonomi Lingkungan LPEM-UI mengatakan, pihaknya bangga dapat turut menyumbang gagasan pemikiran melalui kajian bagi Perusahaan seperti Danone-AQUA yang berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami harap hasil kajian ini dapat menjadi bukti komitmen Danone-AQUA dalam menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama dalam pengelolaan sampah plastik, dan menjadi motivasi bagi Perusahan dan Organisasi lainnya untuk terus berkontribusi dan menjalankan program serupa,” harapnya.

Ketiga pilar #BijakBerplastik yaitu Pengumpulan, Edukasi, dan Inovasi berhasil menempatkan Danone-AQUA sebagai satu-satunya perusahaan produsen minuman yang menggunakan bahan-bahan daur ulang hingga 25% dalam seluruh produknya dan terus berkomitmen membuat 100% kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dijadikan kompos pada tahun 2025. Lebih dari itu, gerakan ini juga mendukung usaha inklusivitas ekosistem pengelolaan sampah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah yang menghasilkan dampak sirkular serta pertambahan nilai.

“Gerakan #BijakBerplastik juga merupakan komitmen perusahaan untuk mempraktikkan bisnis untuk kebaikan, Using Business as a Force for Good, serta pentingnya menangkap serta menerjemahkan perubahan perilaku masyarakat terutama generasi muda yang mulai memilih conscious brand dan produk dalam konsumsinya. Kami bersyukur karena gerakan #BijakBerplastik dapat memberikan inspirasi dan dampak yang positif kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi yang baik kepada kelestarian Bumi kita. Kami juga terus berkomitmen untuk secara aktif mengajak lebih banyak lagi masyarakat sehingga tercipta ownership atau rasa memiliki yang tinggi dari pelaksanaan gerakan ini”, ungkap Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia

Gerakan #BijakBerplastik juga terus mendapat dukungan positif dari para pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) sebagai salah satu mitra lembaga yang ikut menjadi pencetus program Inclusive Recycling Indonesia (IRI).

Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, pemerintah selalu menekankan bahwa industri memegang peranan penting dalam mengimplementasikan praktik usaha yang bertanggung jawab, tidak terkecuali untuk  Danone-AQUA. Pemerintah khususnya KLHK secara konsisten mendorong pelaku usaha untuk bertanggung jawab dalam mengelola bisnisnya sebagaimana dipersyaratkan dalam Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

“Danone-AQUA adalah pelopor perusahaan yang telah menerapkan hal ini dengan baik. KLHK juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan terus berpartisipasi aktif dalam memelihara lingkungan, terutama kaitannya dengan pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Anggi Putri Pertiwi, Koordinator Bidang Pembangunan Rendah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga mengungkapkan, penerapan Ekonomi Sirkular sebagai model ekonomi hendaknya mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mendesain produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam siklus produksi. Ekonomi sirkular tak hanya mengenai pengelolaan limbah melalui praktik daur ulang, tetapi juga tentang efisiensi sumber daya, mencakup serangkaian intervensi di seluruh rantai pasok yang berdampak tidak hanya pada aspek lingkungan tapi juga ekonomi dan sosial.

“Pemerintah akan terus mendukung dan terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan agar upaya dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan sebesar 70% di tahun 2025 dapat terwujud,” imbuhnya.

Agustini Raintung, Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia, menambahkan, sebagai mitra Danone-AQUA dalam menjalankan   program Inclusive Recycling Indonesia (IRI), kami melihat bahwa ketiga pilar #BijakBerplastik dapat memberikan nilai tambah kepada kehidupan masyarakat dan para pemulung.

“Penerapan bisnis yang sirkular juga memberikan dampak yang luar biasa kepada kesejahteraan masyarakat dari implementasi kegiatan-kegiatan Bijak Berplastik yang kami dampingi di beberapa daerah, kami dapat melihat langsung misalnya di pengumpulan sampah pada  TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce Recycle), seluruh ekosistem masyarakat yang terlibat di dalamnya dapat merasakan dampak dari kegiatan pemilahan sampah, utamanya sampah plastik. Walaupun pengelolaan sampah plastik masih jauh dari sempurna, namun gerakan #BijakBerplastik dapat menjadi sebuah benchmark yang baik untuk mengarah ke kondisi ideal sehingga dampak-dampak buruk seperti efek perubahan iklim karena emisi karbon yang sudah mulai kita rasakan, dapat ditekan dan dikurangi secara bertahap,” jelas Agustini.

About Pasha

Check Also

Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Ingatkan Pentingnya Pilah Sampah Melalui Aksi Bersih-Bersih Serentak di 10 Kota

Jakarta, Vakansi  – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengadakan gerakan bersih-bersih serentak di 10 …

Leave a Reply