hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Generasi Milenial Hadapi Tantangan Baru Pendidikan di Era Digital 

Fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, koorporasi, dan negara.

Dampak dari perkembangan ke arah digitalisasi semua orang harus memiliki keterampilan abad 21, yakni bisa memecahkan masalah, memiliki kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memiliki etika serta akuntabilitas.

“Kini banyak jenis pekerjaan berubah, muncul kompetensi baru, ada peningkatan daya saing SDM, generasi milenial dan generasi Z mengalami mengalami digitalisasi dalam sistem pembelajaran yang semua itu menjadi tantangan pendidikan di masa depan,” kata Sophie Beatrix seorang Psikolog Praktisi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Senin (8/11/2021).

Generasi masa kini harus memiliki keterampilan abad 21 yang dibutuhkan generasi mendatang juga yaitu kualitas karakter bagaimana anak-anak generasi sekarang harus bisa beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Selain itu generasi yang sedang tumbuh sekarang harus memiliki kemampuan literasi digital dasar dan kompetensi untuk memecahkan masalah kompleks dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.

“Jadi tantangan para pendidik di era digital masa kini adalah untuk bisa mempersiapkan generasi sekarang dengan kompetensi dan keterampilan abad 21 tersebut,” katanya lagi.

Menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti harus diterapkan untuk mengimbangi. Pendidik zaman kini pun perlu memperkuat karakter budaya bangsa, meningkatkan kesadaran mental individu untuk menggunakan kecakapan digital berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Vivi Andriyani, Marcomm Manager Bumbubumbuku, Mona Ratuliu, Founder ParenThink, dan Michiko Utoyo, seorang Mompreneur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply