hitcounter
Monday , September 20 2021

Gaya Parenting Mona Ratuliu Ajarkan Anak Memanfaatkan Internet dengan Positif

Berbagai isu terkait ancaman negatif dari interet ditemui para pengguna seperti hoaks atau berita palsu, termasuk kaitannya dengan potensi eksploitasi seksual online di tengah pandemi pada anak dan penipuan di media sosial

“Pengguna internet sekarang semakin banyak, apalagi yang anak-anak. Rentang usianya semakin lebar, karena sekolah online ini membuat anak-anak yang tadinya tidak aktif berinternet jadi aktif,” kata Mona Ratuliu, seorang selebritis yang juga Founder ParenTHINK saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Kamis (2/9/2021).

Menurut Mona berbagai dampak negatif penggunaan internet ini agak sulit dihindari. Terutama datang dari media sosial berupa gambar-gambar tidak senonoh yang menjurus pada pornografi. Kadang-kadang kemampuan anak untuk mengomentari sesuatu bisa menjadi bullying, kemudian ada radikalisme berbasis digital yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Namun di balik segala kekhawatiran mengenai ancaman internet untuk anak, terdapat dampak positifnya juga.

Internet menjadi tempat mencari informasi dan tempat belajar baru bagi anak yang menunjang proses belajar mengajar. Bagi anak, internet mempermudah untuk pencarian referensi, mengoptimalisasi penggunaan bahasa asing, dan sebagai sarana untuk kolaborasi, dengan internet semua sisi kehidupan bisa menjadi lebih mudah dan murah.

“Anak saya Mima yang pertama usianya sekarang 18 tahun, dia itu tertarik dengan mental health. Saya dari pertama kali bilang punya sosial media itu boleh, karena sudah remaja ingin eksis dan tidak masalah juga mau OOTD, pengen foto make up, bikin video tutorial. Nggak apa-apa, tapi saya selalu pesankan kepada anak-anak untuk selipkan postingan-postingan bermanfaat, sharing atau berbagi hal-hal yang kita tahu yang orang lain belum tentu tahu,” kata Mona memberikan tips.

Sang anak yang menyukai isu mental health sejak umur 16 tahun sudah banyak berkolaborasi dengan berbagai macam pihak untuk berbagai isu mental health. Akhirnya diundang menjadi pembicara termasuk di UNICEF. Mona sebagai ibu pun merasa bangga di usia muda anaknya bisa menjadi memanfaatkan internet secara positif. Sehingga internet meskipun memiliki dampak negatif, tapi bisa juga bisa menjadi luar biasa jika digunakan untuk sesuatu yang positif.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Dadan Nugraha, Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Bentang Febrylian, dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, dan Asri Julaeha, Pengurus Forum TBM Jabar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply