hitcounter
Sunday , November 18 2018
Home / Berita Lifestyle / Frisian Flag Dorong Sinergi Seluruh Pemangku Kepentingan di Industri Persusuan Indonesia

Frisian Flag Dorong Sinergi Seluruh Pemangku Kepentingan di Industri Persusuan Indonesia

Frisian Flag Indonesia kembali membuktikan komitmennya untuk memberdayakan peternak sapi perah di Indonesia dengan menyelenggarakan kegiatan Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga.

Sebuah acara diskusi antara peternak sapi perah, ahli peternakan dari koperasi daerah setempat serta ahli persusuan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah lokal atas tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice – GDFP).

Acara ini juga menjadi bentuk refleksi dukungan FFI dalam mendorong seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan Indonesia untuk bersinergi membangun industri.

Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.26/Permentan/PK.450/7/2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu yang menggarisbawahi upaya pemenuhan kebutuhan susu nasional, diantaranya melalui sinergi para seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan. Pelaksanaan sinergi yang kuat diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang masih harus dihadapi peternakan sapi perah lokal untuk bertumbuh.

Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro mengatakan, sebagai pelaku di industri persusuan dan bagian dari keluarga koperasi, sudah menjadi komitmen sejak lama dalam membantu para peternak sapi perah lokal untuk berkembang, mengingat FFI adalah bagian dari FrieslandCampina yang juga berbasis koperasi.

“Kami melihat bahwa tantangan terbesar yang dihadapi industri peternakan sapi perah di Indonesia adalah minimnya pengetahuan para peternak mengenai GDFP sehingga mereka masih menjalankan pola peternakan tradisional yang tidak mampu menghasilkan hasil susu dengan produktivitas dan kualitas tinggi. Karena itulah melalui payung Dairy Development Program, kami melaksanakan kegiatan Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga sebagai salah satu kontribusi kami sebagai pelaku industri untuk industri persusuan di Indonesia,” ujar Andrew.

Ngariung Cerdas Salatiga 2018_3

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Institut Peternakan Bogor, Epi Taufik, mengatakan, memang benar masih banyak tantangan yang harus dihadapi para peternak sapi perah Indonesia. Namun saya yakin setiap tantangan ini bisa tertangani dengan cepat bila setiap pemangku kepentingan di Indonesia mampu bersinergi dengan baik.

“Kami sebagai bagian dari akademisi pun bersedia membantu untuk melakukan pelatihan dan pendampingan untuk para peternak demi perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan hewan, tentunya bisa melalui kerja sama baik dengan pelaku usaha seperti yang dilakukan FFI saat ini, dengan pemerintah, maupun dengan pihak koperasi peternakan daerah,” paparnya.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.26/Permentan/PK.450/7/2017 mendorong adanya peningkatan produktivitas peternak melalui pendampingan di lokasi budi daya, yang selain dilakukan oleh Kementerian Pertanian, juga dapat dilakukan oleh perguruan tinggi, koperasi, serta pelaku usaha.

Andrew mengungkapkan, FFI memang telah sejak lama menjalankan Dairy Development Program (DDP) sebagai bagian upaya memberdayakan para peternak sapi perah lokal. Setelah menjalankan serangkaian program pemberdayaan peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk pertama kalinya merambah Jawa Tengah, tepatnya di kota Salatiga ini, melalui kegiatan diskusi bersama dengan peternak, yang juga didukung oleh pihak koperasi KUD dan perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal mula kolaborasi berkelanjutan dan berkesinambungan dari FFI untuk memberikan kontribusi nyata pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak sapi di Indonesia,” lanjut Andrew.

Epi menambahkan, sinergi yang kuat memang dibutuhkan bagi setiap pihak yang terlibat dalam industri persusuan ini. Peranan yang tidak kalah pentingnya juga diharapkan dari pihak koperasi peternakan yang selama ini menjadi pihak perangkul para peternak, yang menampung serta mengevaluasi susu hasil ternak secara adil dan berimbang.

“Sudah selayaknya koperasi menjadi wadah utama untuk pemberdayaan para peternak, tentunya dengan bantuan dan dukungan dari pihak lainnya, khususnya pelaku usaha,” ujarnya.

FFI sendiri telah sejak lama bekerja sama dengan pihak koperasi peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan peternak. Belum lama ini, FFI juga telah menginisiasi digitalized milk collection point (MCP) di Pangalengan, Jawa Barat, yang bisa membantu pihak koperasi menjaga kandungan bakteri dalam susu (total count plate – TCP) seminimal mungkin, melakukan analisa susu & pembayaran per peternak. Ngariung Cerdas sendiri telah berlangsung sejak tahun 2016 dan telah menjangkau lebih dari 1.000 peternak di wilayah jangkauan FFI seperti Pangalengan, Lembang, Pasuruan, Tulung Agung, dan Salatiga.

About Pasha

Check Also

Laki-laki Gunakan Produk Perawatan Kulit Perempuan Amankah?

Era seperti sekarang ini, kebutuhan merawat kulit bukan hanya milik kaum hawa namun juga para …

Leave a Reply