hitcounter
Monday , February 17 2020
Home / Event Wisata / Festival Seni Berbasis Teknologi, Akan Segera Digelar Akhir Desember
Agus Siswanto

Festival Seni Berbasis Teknologi, Akan Segera Digelar Akhir Desember

Teknologi dan seni merupakan dua hal tidak dapat terpisahkan. Hal itu disebabkan kehadiran teknologi, karya seni bisa menjadi lebih menakjubkan dan istimewa. Hal inilah melatarbelakangi Wave of Tomorrow, sebuah festival seni berbasis teknologi, akan segera digelar Level7 di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta pada 20-29 Desember 2019 mendatang.

Menurut Musisi Kamga, salah satu musisi yang akan meramaikan festival tersebut bersama bandnya Duo Hondo, uniknya event ini adalah selain akan dimeriahkan oleh seniman, arsitek, hingga para pekerja di bidang di kreatif, festival tersebut akan dikolaborasikan dengan pertunjukan musik yang fantastis dari sejumlah musisi.

“Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pemahaman masyarakat bahwa musik dan seni itu bisa digabungkan dengan teknologi yang akan bisa menghasilkan karya yang menakjubkan,” ujar Kamga.

Kamga mengungkapkan, pertunjukan seni berbasis teknologi, sesuatu yang akan dihasilkan oleh insan kreatif akan bisa menghasilkan karya yang istimewa. Dalam festival Wave of Tommorow, lanjut dia, Duo Hondo akan men-set up panggung yang dipenuhi LED yang dilengkapi lighting dan vesual effect yang memukau.

“Wave of Tomorrow akan memberikan pengetahuan bahwa seni terutama musik dapat diimbangi dengan teknologi,” tutup dia.

Masih dalam rangkaian festival ini, digelar juga sebuah kolektif kreatif yaitu Folkative dengan menghadirkan sebuah diskusi ringan bertajuk Future of Tomorrow: How Technology Has Influenced The Present-day Arts and Music Performance.

Selain Kamga, diskusi tersebut melibatkan para kreator dan musisi yang akan terlibat di Wave of Tomorrow, seperti Rubi Roesli, Maika Collective dan Motionbeast.

Rubi Roesli, mengatakan, sebagai seorang arsitek, memiliki gagasan tentang ruang dan waktu yang kemudian diwujudkan melalui teknik seni media baru. pihaknya melihat bahwa dengan perkembangan teknologi saat ini, kita bisa berkarya dengan medium dan teknik apa pun.

“Karya saya sendiri identik dengan string sebagai komponen utama. Komposisi string yang saya hadirkan dilengkapi dengan lighting effect bertujuan untuk memberikan dimensi berbeda dan lebih dalam,” jelas Rubi.

Lanjut Rubi, melalui Wave of Tomorrow, nantinya karya tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan menjadi sumber inspirasi bagi para insan kreatif untuk terus berkarya.

 

About Pasha

Check Also

Bidik Kunjungan Wisman Asia, Kemenparekraf Ikut Ajang TITF Thailand

Guna lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Asia ke Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi …

Leave a Reply