hitcounter
Friday , September 17 2021

Festival Kota Tua Majene 2021 Sebagai Momentum Pemulihan Parekraf di Sulbar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi penyelenggaraan “Festival Kota Tua Majene 2021” yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu bentuk inovasi dan adaptasi penyelenggaraan kegiatan (events) di tengah pandemi COVID-19.

Kegiatan yang berlangsung pada 6-7 Agustus 2021 ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti pentas seni, parade, pameran seni, seminar, kunjungan ke objek wisata sejarah, jelajah wisata, dan lainnya yang digelar secara virtual dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir secara virtual di pembukaan “Festival Kota Tua Majene 2021”, mengatakan, festival ini merupakan bentuk kolaborasi, adaptasi, dan inovasi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dan pemerintah daerah di masa pandemi COVID-19.

“Festival ini dilaksanakan dengan Inovasi yaitu pemanfaatan teknologi digital, adaptasi dengan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability), dan kolaborasi yaitu kita bergerak dengan dukungan dari pentahelix,” kata Sandiaga.

Lanjut Sandiaga, merupakan salah satu event yang termasuk ke dalam Kharisma Event Nusantara yang merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf. Sehingga, “Festival Kota Tua Majene 2021” yang mengusung tema “Mencintai, Menjaga, dan Melestarikan Budaya Sulbar Marasa. Selain itu ini event ini diharapkan dapat menjadi momentum percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan festival ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat bisa menjadi lokomotif untuk membangkitkan dan mengembangkan pariwisata kita yang berbasis wisata alam. Misalnya di Kepulauan Barakkang dan Pulau Karampuang yang biasa dimanfaatkan untuk snorkeling dan diving,” katanya.

Sandiaga mengatakan masih banyak potensi wisata yang dimiliki oleh Sulawesi Barat. Mulai dari Pantai Dato dan Pemandian Air Panas Limboro di Kabupaten Majene; Kawasan Wisata Tondok Bakaru di Kabupaten Mamasa; Hutan Mangrove di Pantai Rangas. Kota Mamuju; dan masih banyak lagi.

“Provinsi Sulawesi Barat juga memiliki keanekaragaman suku dan budaya serta sejumlah peninggalan sejarah. Sehingga ini bisa kita kembangkan ke depan dan kita perlu meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan potensi-potensi ini,” ungkap Sandiaga.

Ia juga berharap nantinya “Festival Kota Tua Majene 2021” dapat menjadi event unggulan di Sulawesi, khususnya Sulawesi Barat. “Kita harapkan festival ini dapat menggaungkan pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Barat,” ucap Sandiaga.

Gubernur Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar, menjelaskan, festival ini dilaksanakan pada 6-8 Agustus di Gedung Boyang Assamalewuang, Kabupaten Majene. “Rangkaian acara dilaksanakan dengan menerapkan protokol CHSE event secara ketat dan disiplin,” kata Ali.

Ali menyampaikan, festival ini diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba seperti pentas seni, parade, pameran seni, seminar, kunjungan ke objek wisata sejarah, jelajah wisata, lomba mewarnai bangunan peninggalan masa lalu, lomba puisi, lomba memasak kuliner Sulbar Marasa, dan fashion show.

“Semoga dengan diadakannya festival ini kita bisa mengajak masyarakat untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan sejarah dan kebudayaan Sulbar Marasa,” katanya.

About Pasha

Check Also

IGDX 2021 Dorong Industri Game Lokal Go Global

Ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2021 kembali digelar dengan rangkaian kegiatan mencakup IGDX Academy, …

Leave a Reply