hitcounter
Wednesday , May 18 2022

Event Berkualitas Akan Genjot Kunjungan Wisatawan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menggenjot kunjungan wisatawan melalui event berkualitas pasca meredanya badai Covid-19. Dengan dibukanya border diharapkan wisatawan mancanegara kembali mengalir ke Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Gusti Ayu Dewi Hendriyani mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan termasuk menggelar event-event berkualitas yang mampu menarik wisatawan mancanegara.

“Tapi tentu, event yang dilaksanakan tetap memerhatikan protokol kesehatan karena saat ini masih masa pandemi Covid-19,” jelasnya dalam diskusi Kesiapan Sektor Parekraf Dalam Negeri Hadapi Pembukaan Border Wisatawan Mancanegara di Kampoeng Kopi Banaran yang digelar Forwarparekraf (Forum Wartawan Pariwisata Ekonomi Kreatif), beberapa waktu lalu.

Dewi mengungkapkan, pelaksanaan MotoGP Mandalika, misalnya, menjadi salah satu momentum kebangkitan ekonomi sektor pariwisata dan bidang kreatif. Pemberitaan positif di dunia pariwisata juga berkontribusi terhadap tujuan tersebut. Selain itu, kebijakan penerapan visa on arrival untuk 42 negara juga akan terus dievaluasi. “Kebijakan tersebut tentunya harus menunggu lintas kementerian. Tidak menutup kemungkinan itu akan ditambah lagi seiring turunnya kasus Covid,” ungkap Dewi.

Lanjutnya, saat ini pergerakan wisatawan mancanegara sudah baik. Bahkan dia juga optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara 1,6 hingga 3,6 juta orang akan tercapai di tahun 2022. “Untuk wisatawan domestik, juga kita minta berwisata di Indonesia saja. Karenanya, kita menggarap wisata yang berkelanjutan,” jelas Ayu Dewi.

Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, sejak pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan. Namun, hal itu akan terus berupaya untuk ditingkatkan. “Kami akan menggenjot lagi kedatangan wisatawan mancanegara tersebut dengan event-event. Di antaranya (yang) kami maksimalkan adalah paralayang dan gantole, kemudian Festival Bukit Cinta, Festival Gedongsongo,” paparnya.

Sementara Komisaris PT. Dyandra Banaran Nusantara (DBN), Lukminto Wibowo menyampaikan sejumlah agenda yang turut berkontribusi mengembalikan kunjungan wisatawan, misalnya Borobudur Marathon dan Semarang 10k. “Kita lihat Borobudur Marathon, Semarang 10K, Tambora Challenge adalah perbuatan yang memberi arti dan manfaat,” ucapnya.

 

About Pasha

Check Also

Digitalisasi Jadi Solusi Berkelanjutan dalam Pengembangan Sektor Parekraf Global

Isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif mewarnai diskusi para delegasi G20 dalam “The 1st Tourism …

Leave a Reply