hitcounter
Thursday , August 5 2021

Etika Digital Tingkatkan Reputasi di Internet

Etika digital itu hadir untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia. Segala kebaikan yang sudah dilakukan di dunia nyata hendaknya juga diaplikasikan juga di ranah digital.

“Saya melihat seringnya konflik di ranah digital itu terjadi karena semua orang mau menjawab pertanyaan meskipun itu bukan pertanyaan untuk dirinya tetapi mau jawab semua. Seolah-olah dia yang paling tahu masalah hidup orang lain,” ungkap Ismita Saputra, Dosen Gunadarma yang juga penulis dan Trainer dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/6/2021).

Kita perlu menciptakan internet sehat, salah satunya dengan mengelola reputasi online. Jangan sampai kita melakukan hal-hal buruk di ranah digital seperti menyebarkan rahasia orang lain kita harus beretika. Kita juga berhak untuk mengingatkan seseorang yang membagikan konten negatif.

Konten negatif seperti yang tertuang dari UU No.11 tahun 2008 ialah data dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian penghinaan atau pencemaran nama baik. Juga pemerasan dan pengancaman penyebaran berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna.

Masyarakat kerap tidak mengetahui atau tidak menyadari bahwa itu adalah konten negatif. Mungkin juga mereka belum teredukasi. Jadi, jangan mudah terhasut mereka yang menyebarkan karena sejatinya mereka punya motivasi tersendiri. Para produsen dilandasi kepentingan ekonomi, motivasi konten negatif untuk politik atau menjatuhkan kelompok politik tertentu mencari kambing hitam dan memecah-belah masyarakat berkaitan suku agama ras dan antargolongan.

“Kalau kita melihat informasi yang belum pasti kebenarannya lebih baik tidak usah disebarkan kalau kita menyebarkan kita sama aja dengan membantu para penyebab konten negatif untuk mencapai tujuan mereka,” ujarnya.

Jika menemukan hoaks yang harus kita lakukan adalah STOP alias See, Talk, Observe, dan Prevent. Masing-masing memiliki definisi:

  • See: dengan melihat dan ciri-ciri tersendiri tapi yang paling mudah dirasakan adalah apabila kita membaca informasi lalu kita merasakan kekhawatiran ketakutan dan menyulut emosi.
  • Talk: diskusikan berita yang tersebar. Biasanya lebih sulit kepada orang yang lebih tua. Sampaikan secara baik dan beri bukti itu hoaks. Jangan malu
  • Observe: amati dan cermati. Kalau kita dapat informasi dibaca baik-baik, diamati dan dilihat sumber dan bandingkan dengan informasi lain.
  • Prevent: cegah, kembali ke orang tua, pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengedukasi literasi nyaman ialah meminta mereka untuk mengirimkan informasi kepada sebelum dibagikan.

“Saya pakai cara pencegahan ini dengan meminta ayah saya untuk mengirimkan dahulu, saya cek dan beri persetujuan. Baru ayah saya membagikan informasi tersebut,” ungkapnya.

Sebarkan selalu informasi bermanfaat dan inspiratif, lakukan siskamling digital. Tegur dengan halus apalagi ditemukan mereka yang masih SD.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Citra Rosalyn (Jaringan Penggiat Literasi Digital-Japelidi), Adven Sarbaini, Rita Gani Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia – Mafindo), dan Shinta Nova (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply