hitcounter
Monday , September 20 2021

Etika di Dunia Maya Sangat Penting

Fakta pengguna internet di Indoensia saat ini sudah mencapai 212 juta jiwa menurut data Statista Digital Market Outlook 2020. Sementara setiap orang rata-rata menghabiskan waktu sekitar 8 jam per hari berada di internet.

Adapun selama pandemi ini transformasi masyarakat dalam berinteraksi di dunia digital sangatlah cepat. Mulai dari belajar, bekerja, transaksi keuangan, hingga membeli tiket pun saat ini dilakukan melalui gawai. Saking cepatnya perubahan ini, ada masyarakat yang belum memanfaatkan digital ini sesuai etika karena kurangnya pemahaman literasi digital. Akibatnya baru-baru ini Indonesia mendapat predikat sebagai netizen paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

“Predikat buruk ini diakibatkan dari komentar, cyberbullying, ujaran kebencian, hingga hoaks yang ada di media sosial. Masalah menjadi serius karena jejak digital yang ada di media sosial dan internet tidak bisa hilang. Padahal Anda bisa kehilangan pekerjaan atau tidak mendapat pekerjaan gara-gara komentar yang Anda tulis di media sosial,” ujar Syarief Hidayatulloh, Digital Marketing Strategic Hello Morning Monday saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Kamis (5/8/2021).

Menurut survei yang dipublikasikan di situs World Economic Forum perusahaan akan memeriksa latar belakang dan identitas pribadi di sosial media pelamar. Hampir semua perekrut tidak ingin mempekerjakan pegawai yang memiliki unggahan kata-kata kasar, sering memposting hal negatif, atau berbagi informasi hoaks, karena itu bijaklah dalam bermedia sosial.

“Gunakan kata-kata yang layak dan sopan, waspada dalam menyebarkan informasi,” katanya lagi.

Saat berinteraksi di ruang digital, setiap individu perlu untuk menghargai karya orang lain dengan mencantumkan sumber. Selain itu batasi untuk menyebarkan informasi yang bersifat pribadi, sebaliknya sebarkan informasi yang inspiratif dan edukatif.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Maria Ivana Simon, seorang Graphic Desainer, Shandy Susanto, Dosen Podomoro University, dan Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply