hitcounter
Friday , September 17 2021

Etika Budaya Sopan dan Ramah Orang Indonesia Seharusnya Diterapkan di Ruang Digital

Dunia digital merupakan dunia tanpa batas yang siapa saja bisa masuk ke dalamnya, di mana setiap orang dapat selalu terhubung dan semua informasi memungkinkan untuk diakses di mana saja kapan saja secara instant. Dunia digital juga menyediakan ruang interaktif bagi para penggunanya.

Namun di samping itu, berbagai hoaks dan bentuk ujaran kebencian, serta radikalisme yang bisa memecah belah bangsa patut diwaspadai di internet. Setiap orang perlu berhati-hati karena anonimitas di internet membuat orang di dalamnya bisa menjadi siapa saja.

“Sangat miris dengan survei terbaru Microsoft yang menyebut netizen Indonesia mayoritas pengguna media sosialnya paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Padahal Indonesia terkenal dengan budayanya yang sopan dan ramah apalagi terhadap turis,” kata Dessy Natalia, Asst. Lecture & Industrial Placement Staf UBM saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/8/2021).

Menurutnya, ruang digital telah mengubah paradigma budaya dan etika masyarakat Indonesia yang sopan dan ramah. Padahal seharusnya apa yang sudah diaplikasikan di kehidupan nyata bisa diterapkan di ruang maya, setiap orang mestinya memahami dulu bagaimana menciptakan budaya yang baik dan diteruskan di ruang digital.

“Jangan memisahkan, di ruang fisik kita mampu menerapkan budaya yang sudah ada dari orang tua kemudian masuk ke ruang digital malah jadi hilang,” kata Dessy.

Sementara itu budaya dan etika sopan santun di ruang digital sebenarnya bisa memberikan nilai positif. Apalagi saat ini HRD perusahaan biasanya mengecek terlebih dahulu jejak digital seseorang yang hendak dipekerjakan, begitupun pemberi beasiswa. Oleh karenanya penting bagi setiap individu untuk menjaga ruang digitalnya berisi hal-hal positif dan hendaknya setiap orang tidak lagi memisahkan ruang digital dengan fisik karena semua ini merupakan bagian realitas dan diatur oleh hukum.

Apa yang diterapkan di ruang kehidupan nyata juga perlu dilakukan di ruang digital misalnya terkait budaya yang seharusnya dipopulerkan. Seperti adanya keragaman suku bangsa, bahasa daerah, tarian, alat musik tradisional, kuliner lokal hingga pakaian adat. Semua ini merupakan nilai jual, dari Indonesia yang akhirnya membuat orang dari daerah lain tertarik untuk datang karena keaslian dan kerahamannya masih terjaga.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Natasya, seorang Graphic Designer, Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply