hitcounter
Friday , September 17 2021

Etika Bermedia Sosial, Jejak Digital Bisa Sebabkan Kehilangan Pekerjaan

Selama pandemi ini transformasi masyarakat dalam berinteraksi di dunia digital sangatlah cepat. Mulai dari belajar, bekerja, transaksi keuangan, hingga membeli tiket pun saat ini dilakukan melalui gawai.

“Saking cepatnya, ada masyarakat yang belum memanfaatkan digital ini sesuai etika,” kata Syarief Hidayatulloh, Digital Marketing Strategic Hello Morning Monday saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, (4/8/2021).

Hal tersebut bisa dilihat dari survei yang dilakukan oleh Microsoft menyebut masyarakat Indonesia sebagai netizen paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Hal tersebut menjadi predikt buruk yang diakibatkan dari komentar, cyberbullying, ujaran kebencian, hingga hoaks yang ada di media sosial. Masalah tersebut menjadi serius karena jejak digital yang ada di media sosial dan internet tidak bisa hilang.

“Anda bisa kehilangan pekerjaan atau tidak mendapat pekerjaan gara-gara komentar yang Anda tulis di media sosial,” ujar Syarief.

Inilah salah satu kesimpulan yang dilakukan YouGov, menurut survei yang dipublikasikan di situs World Economic Forum tersebut perusahaan akan memeriksa latar belakang dan identitas pribadi di sosial media pelamar. Hampir semua perekrut tidak ingin mempekerjakan pegawai yang memiliki unggahan kata-kata kasar, sering memposting hal negatif, atau berbagi informasi hoaks, karena itu bijaklah dalam bermedia sosial.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Dian Andriasari, Aktivis Perempuan & Dosen Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply