hitcounter
Monday , September 20 2021

Etika Berkomunikasi Sangat Diperlukan di Masyarakat yang Heterogen

Era yang bergerak cepat saat ini terjadi karena perkembangan teknologi. Banyak orang yang akhirnya kebablasan dan lupa akan etikanya saat berjejaring di internet menggunakan media sosial. Padahal akan jauh lebih baik jika pengguna mengetahui etika apa yang harus diperhatikan saat memanfaatkan teknologi internet sehingga hasilnya pun berdampak positif.

“Di ruang digital masyarakatnya sangat heterogen, banyak kepala banyak pemikiran masing-masing sehingga kemungkinan untuk terjadinya gesekan itu sangat mungkin sekali. Karena itu etika sangat diperlukan,” ujar Noor Kamil, Co-Founder Mas Pam Records saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (26/8/2021).

Etika sendiri merupakan bentuk dari nilai-nilai moral dan prinsip tentang benar dan salah. Sebagai pencerminan kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan masyarakat dan etika sangat dibutuhkan untuk menghargai sesama. Etika mencerminkan rasa hormat terhadap orang lain, akan mempermudah seseorang diterima di pergaulan yang positif, selain itu etika membuat seseorang bisa menjaga hubungan baik dalam jangka panjang. Dengan luasnya relasi maka kehidupan pun akan lebih mudah di masa depan.

Etika di ruang digital salah satunya dalam memakai media sosial. Ada aturan tak tertulis seperti menggunakan kata-kata yang layak dan sopan. Menghindari penyebaran SARA dan aksi kekerasan, periksa kebenaran berita, menghargai hasil karya orang lain dengan mencantumkan sumber asli jika mengutipnya. Selain itu biasakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan positif.

“Ubah pola pikir positif. Bukan mencari validasi dengan likes atau followers, lebih kepada berbagi karya. Gunakan media sosial lebih untuk mendokumentasikan proses kerja, tidak perlu memperdulikan haters tapi fokus untuk bagikan hasil karya terbaik. Jadikan semua itu investasi jangka panjang,” tutur Noor.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Risda Cahya, Guru Produktif TKD SMKN 1 Cikarang Selatan, Herry Nugroho, Wakasek Hubin SMKN 1 Cikarang Selatan dan Boyke N, dari Divisi Kerja Sama Edukasi4ID.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply