hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Etika Berjejaring Dapat Hindari Hal Negatif di Ruang Digital

Netiket atau etika berjejaring perlu diterapkan untuk menghindari hal-hal negatif di dunia maya. Miliki pemikiran bahwa lawan bicara bukan robot atau komputer. Mereka ialah manusia, tidak ada bedanya dengan diri sendiri yang memiliki kehidupan dan perasaan. Maka diperlukan bahasa yang sopan, ejaan yang benar dan pilihan emoji yang tepat.

Kharisma Nasionalita, Dosen dan Peneliti Telkom University menjelaskan, sebab lawan bicara tidak bisa mendengar intonasi perkataan dan mimik wajah kita. Sehingga terdapat banyak celah untuk terjadinya salah paham.

Saat ingin mengunggah selektif pada detail pada postingan. Jangan sampai merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pikirkan juga dampak jauh, apakah unggahan ini melanggar hukum, norma atau juga dapat membuat sakit hati orang atau kelompok tertentu.

“Maka penting sekali di media sosial sebaiknya kita tidak menyebarkan pesan SARA, informasi hoaks, hasutan, hinaan dan konten yang mengeksploitasi seksual. Selain karena dapat mengganggu orang lain itu juga akan menjadi jejak digital kita yang mencerminkan atau mempersepsikan karakter kita sesungguhnya,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021).

Hormati privasi orang lain karena kerap seseorang tidak sengaja memposting sesuatu yang sebenarnya itu adalah privasi orang lain. Pahami dan lindungi data-data privasi baik diri sendiri maupun orang lain.

“Tidak perlu mengambil diam-diam tanpa izin dan juga tidak memberitahu mereka saat akan diposting. Privasi mereka, foto, video data maupun cerita yang mereka ceritakan. Semua perlu izin dari orang yang bersangkutan,” ujarnya.

Kharisma juga mengingatkan, untuk tidak menyebarkan tangkapan layar percakapan kita dengan teman. Sebab, itu adalah ranah pribadi yang dapat menjadi menimbulkan persepsi lain terhadap orang yang tidak terlalu mengenal kita dan teman.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Bahruddin (RTIK Indonesia), Leni Fitriani (Relawan TIK), Leviane Jackelin Hera Lotulung (Dosen Universitas Sam Ratulangi) dan Valentina Melati sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply