hitcounter
Monday , July 22 2024

Etika Berinternet Masyarakat Indonesia Terendah ke-4 di Dunia

Lebih dari setengah penduduk Indonesia yang sudah melek digital, hal tersebut diketahui dari jumlah pengguna internet yang kini mencapai 202,6 juta. Sebanyak 170 juta di antaranya aktif di media sosial, namun sayangnya angka positif tersebut tidak diiringi etika bermedia digital yang sesuai norma kesopanan.

“Faktanya etika penggunanya cukup mengkhawatirkan setelah adanya hasil survei Digital Civility Index Microsoft yang menyebut tingkat kesopanan masyarakat Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara dan termasuk terendah ke-4 di dunia,” kata Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery saat webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Kamis (28/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan etika di ruang digital sangat penting, sebab kecakapan pemanfaatan teknologi digital tak sebatas hanya mengoperasikannya dan penggunaan media sosial saja. Lebih dari itu etika di ruang sama dibutuhkannya seperti etika di dunia nyata saat melamar pekerjaan maupun berkomentar walaupun tidak bertatap muka langsung.

Adapun etika di ruang digital meliputi berkomunikasi sopan dan baik saat berinteraksi dengan pengguna lainnya, menghindari SARA dan cyberbullying, tidak mengumbar hal-hal pribadi, dan mewaspadai berita hoaks yang beredar di internet. Pengguna juga harus kritis saat memilah informasi mana yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama di masa pandemi Covid-19 begitu banyak informasi kesehatan yang beredar dan belum tentu benar.

Dia pun mengingatkan agar warga digital bisa menerapkan etika saat menggunakan media digital pun memberikan nilai positif dan keuntungan bagi individu. Hal tersebut sama saja seperti membangun personal branding dan membawa kredibilitas serta kepercayaan. Termasuk membangun relasi dan membuat seseorang menjadi mudah untuk bisa melakukan kolaborasi misalnya dengan brand atau influencer.

“Tetap berhati-hati supaya tidak tertipu atau termakan hoaks saat ingin berinteraksi dan berkolaborasi. Cek dulu track record, konten apa yang sering dibagikan, perhatikan etikanya di dunia digital, cek kolaborasi dengan siapa saja, dan perhatikan circle terdekatnya,” sebut Monica.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Elvira Fitri, Manager External Student Affairs Universitas Multimedia Nusantara, Aluisius Surya, Co-Founder Siswapedia, Louiss Regi, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Tiga Kehebatan Kamera 50MP Galaxy Z Flip6 Terbaru

Jakarta, Vakansi – Samsung secara resmi memperkenalkan lini terbaru smartphone flagship lipatnya kepada konsumen dengan …

Leave a Reply