hitcounter
Wednesday , July 24 2024

Etika Berinteraksi pada Telekonferensi dan Media Sosial

Dunia digital dan pengguna internet di awal 2021 jumlahnya meningkat pesat. Kebanyakan mengakses internet melalui perangkat selulsr. Dengan pengguna yang terbilang besar, kita harus mengimbangi interaksi di dunia digital dengan baik menggunakan netiket.

Netiket adalah kumpulan perilaku yang baik dan dianjurkan di internet. Mematuhi dan menerapkan perilaku online yang baik bukan hanya wajib, tetapi sudah menjadi tanggung jawab kita semua sebagai pengguna internet. Setiap harinya, kita bisa membagi alat komunikasi kita di dunia digital menjadi dua yakni melalui telekonferensi dan media sosial.

Ketika kita berinteraksi pada sebuah telekonferensi sesuai dengan etika, kita tentu perlu mempersiapkan diri kita untuk hadir dalam telekonferensi tersebut. Hadir tepat waktu dan mengenakan pakaian yang pantas. Biasakan menyalakan kamera video sebagai bentuk menghargai orang lain. Matikan mikrofon saat tidak ada kepentingan berbicara dan beri tanda apabila kita ingin berbicara.

“Jangan enggan untuk bersikap hormat, menggunakan kata-kata santun, dan berkata tolong, maaf, dan terima kasih,” tutur Intan Maharani, COO Positivibe dalam Webinar wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021).

Sementara itu, dalam berinteraksi di media sosial sesuai dengan etika ialah memilih hal-hal yang positif, termasuk akun yang difollow rekan, dan informasi yang ingin dibagikan. Kemudian, pilihlah bahasa dan tutur kata yang baik untuk dibagikan di media sosial, pastikan segala informasi yang ingin dibagikan itu valid. Hindari mengunggah informasi pribadi dan tidak berkomentar negatif pada postingan orang lain di media sosial.

“Sopan santun adalah landasan utama masyarakat yang beradab. Kita sebagai warga Indonesia yang beradab harus memperlakukan setiap orang dengan baik dan hormat, baik tatap muka maupun di balik layar,” jelasnya.

Untuk itu, kita harus bisa menjadi manusia yang baik dan memulai segala hal positif dari diri sendiri. Ingat juga bahwa rekam jejak digital kita bisa diakses secara global dalam jangka waktu yang lama.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Pringgo Aryo Pradana (Produser Musik/Komposer), Mardiana R.L (Vice Principal in Kinderhouse Pre School), Pipit Djatma (Foundraiser Consultant and Psychosocial Activist IBU Foundation), dan Janna S. Joesoef (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Impresi Aero Aswar Pakai Galaxy Z Fold6: Experience Baru, Like Never Before!

Jakarta, Vakansi – Animo pengguna usai peluncuran Galaxy Z Fold6 | Z Flip6 terus mendapat …

Leave a Reply