hitcounter
Thursday , August 5 2021

Era Digital Mengubah Kebiasaan Masyarakat

Pengguna internet di Indonesia capai 202,6 juta pengguna, ini data dari Hootsuite, per Februari 2021.  Sudahkah kita menggunakan smartphone, dengan bijak? Bersama literasi digital saat ini, ayo tingkatkan wawasan kebangsaan.

“Kalau disuruh pilih ketinggalan HP atau dompet. Pasti lebih pilih ketinggalan dompet, karena dengan HP kita juga bisa melakukan pembayaran,” jelas Aidil Wicaksono saat menjadi pembicara dalam acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021).

Menurut Aidil, tanpa disadari ini merupakan budaya baru di dunia digital karena kita semakin diajak untuk berkembang mengikuti pergerakan arus dunia digital.

“Budaya ini bergerak secara dinamis,” tambahnya.

Adopsi channel digital meningkat dari 75% oengguna baru mengaku akan terus menggunakan Channel Digital, menurut data dari Mckinsey, 2020. Ini berubah karena adanya pengguna baru yang tadinya terpaksa menggunakan media digital sekarang sudah terbiasa. Itulah mengapa kita temukan perbincangan bisa dilakukan secara ‘hybrid’ di online dan offline. Ini adalah budaya baru yang kita warisi di dunia maya.

Perubahan yang terjadi adalah pertama, semakin mudah mendapatkan informasi secara online dan real time. Kedua, elalu terhubung antara satu sama lain dengan media yang bervariasi. Terakhir, Harapan dari pengguna internet untuk mendapatkan benefit lebih dari hasil konten yang dibagikan. Dari berbagai macam transformasi di era digital, ternyata juga ada tantangannya. Tantangan pertamanya yaitu budaya dan berperilaku di media digital.

“Masyarakat sendiri kita-nya mau coba atau nggak,” menurut Aidil.

Ini semua dilandasi dari mindset, digital culture sendiri adalah kemampuan individu membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang bertahan adalah yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan,” papah Aidil.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Geri Sugiran (Ketua Relawan TIK Sukabumi dan Dosen TIK Stikes Kota Sukabumi), Amykamila (CEO @heysobofficial, Creative), Acep Syaripuding (Digital Literacy Coordinator dan Internet Safety ICT Watch), Junissa Melivian sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply