hitcounter
Friday , September 17 2021

Efektivitas Pembelajaran Daring, Sekolah, Orangtua, dan Keluarga Harus Bersinergi

Menurut Survei Arus Indonesia sebanyak 65,7% publik berpandangan bahwa pembelajaran daring atau jatak jauh yang sedang berjalan selama ini kurang efektif. Namun selam pandemi berlangsung, tidak ada pilihan pembelajaran tetap harus dilakukan dengan pemanfaatan teknologi.

Dari temuan surbei Nasional diketahui pembelajaran tatap muka masih mengalami pro dan kontra selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Meskipun 48,3% menilai pembelajaran dari kurang maksimal, namun angka penyebaran Covid-19 masih tinggi. Di sisi lain para siswa merasa jenuh dengan kondisi belajar di rumah, meski ada juga siswa yang senang belajar di rumah. Sejauh ini program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berhasil baru sebatas pemberian kuota gratis untuk sistem pembelajaran daring.

“Pesan dari sisi akademik mengenai integrasi dari sekolah, orangtua atau keluarga dan masyarakat adalah ekosistem pendidikan yang harus bersinergi, mengoptimalkan dengan baik. Tanpa sinergitas itu PJJ masih akan menjadi masalah di dunia pendidikan,” ujar Heni Susilawati, Dosen Program Studi Managemen FE UNIKU, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I,  Rabu (18/8/2021).

Mengajar di masa pandemi pun memiliki tantangan tersendiri bagi para guru dan pengajar agar tercapai tujuan pendidikan. Permasalahan etika di ruang digital saat pembelajaran daring seperti lupa memberi salam, lupa berterima kasih dan menuliskan pertanyaan pun bahkan masih menggunakan huruf kapital. Sehingga membentuk karakter siswa peserta didik dalam menerapkan komunikasi di ruang digital perlu dilakukan.

Lebih jauh Heni mengatakan, penggunaan teknologi digital sebagai penunjang pembelajaran tatap muka saat situasi sudah memungkinkan nantinya tetap diperlukan. Misalnya menggunakan berbagai platform pendidikan untuk proses pengajaran. Sebab manfaat internet bagi pendidikan di era digitalisasi ini tetaplah harus maksimal sebagai sarana mencari informasi, referensi, menyediakan fasilitas multimedia hingga sarana penguasaan bahasa asing.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Irma Nawangwulan, Dosen IULI, dan Sophie Beatrix, Psikolog Praktisi dalam bidang Pendidikan dan Industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply