hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Digital Marketer Dituntut Kreatif Membaca Keinginan Komsumen

Saat ini, seorang digital marketer tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga mampu membaca data. Data-data yang biasa dilihat oleh digital marketer yaitu sentimen pasar. Digital marketer harus memikirkan komunikasi apa yang akan disampaikan kepada konsumen atau target pasar.

Digital marketer umumnya melakukan analisis setting mengenai suatu campaign. Namun, sebelum itu, menentukan tujuan campaign terlebih dahulu. Apakah untuk meningkatkan brand awareness, engagement, penjualan, dan sebagainya.

“Analisis juga ada beberapa settingan untuk mendorong produk kita. Apakah menggunakan banner, dan sebagainya.” I Gusti Ayu Alma, Digital Marketer Personal Branding Coach, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021).

Digital listening tools sebagai salah satu alat pada digital marketing. Digital listening tools dapat mengdengarkan dan mengetahui apa yang dibicarakan orang terhadap suatu brand dan memonitor audiens di media sosial. Alat ini juga berfungsi untuk melacak sentimen publik mengenai suatu brand. Selain itu, dapat membantu para digital marketer untuk menyusun strategi campaign ke depannya.

Ia mengatakan, memonitor audiens di era digital ini penting. Karena tren dunia digital bergulir secara cepat. Fitur dan kemampuan digital listening tools juga mampu untuk mengetahui dan membandingkan brand dengan kompetitor. Tracking untuk membandingkan dapat dilakukan dengan melakukan pencarian melalui keywords.

“Untuk digital listening tools dari Indonesia sendiri ada Ripple10 untuk memonitoring sentimen audiens. Karena produk lokal biasanya terintergrasi dengan banyak sistem. Maka ketika ada berita buruk dapat langsung dimitigasi oleh brand manager sehingga nantinya sentimen atau potensial krisis akan menurun,” ucapnya.

Selain untuk memonitor potensial krisis, digital marketer mampu mencari potensi pasar lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berinteraksi dengan audiens untuk meningkatkan engagement brand tersebut.

Fungsi lainnya, digital tools ini dapat meluruskan berita bohong mengenai suatu brand dan mencari pelakunya. Ini juga bertujuan untuk mengurangi sentimen negatif dan menurunkan potensi krisis pada suatu brand.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Aldil Wicaksono (Dosen – Enterpreneur – Digital Trainer – Penulis – Podcaster), Ismita Saputri (Dosen – Pengusaha – Financial Trainer – Penulis – Podcaster), Adi Syafitrah (Pemeriksa Fakta MAFINDO), dan Jessica Alexy.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply