hitcounter
Sunday , January 24 2021

Destinasi Wisata Mangrove Berkelas Kini Hadir di Singkawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) di Desa Setapuk Besar, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Getreda M. Hehanussa, dan Ketua DPRP Kota Singkawang, Sujiyanto, beberapa waktu lalu.

Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu menyampaikan pembangunan PRPEP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove.

“Tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, PRPEP diharapkan juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata masyarakat ataupun wisata ilmiah bagi masyarakat di sini dan sekitarnya,” ujar Tebe, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima vakansi.

Kepala BPSPL Pontianak Getreda menjelaskan pembangunan PRPEP yang mencapai 1 M melibatkan kelompok masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri yang telah lama berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Desa Setapuk Besar, Singkawang.

“Infrastruktur yang dibangun dengan menyerap kurang lebih 34 tenaga kerja dan 1.535 Hari Orang Kerja (HOK) ini meliputi gerbang/gapura, tracking mangrove sepanjang 255,5 meter, spot selfie/swafoto, gazebo sentra kuliner yang dilengkapi dengan wastafel untuk cuci tangan dan toilet, pemasangan lantai papan tower, dan tempat sampah,” jelas Getreda.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutannya menjelaskan, terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas pembangunan fasilitas ini.

“Semoga ini bisa berkelanjutan dan Pemerintah Kota Singkawang bersama KKP bisa lebih bersinergi untuk membangun ekosistem pesisir yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga menghimbau agar kita dapat memanfaatkan dan bersama-sama menjaga _tracking mangrove_ ini dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri, Jumadi mengungkapkan terima kasih kepada KKP atas pembangunan PRPEP di desanya. Menurutnya banyak sekali manfaat yang diperoleh atas pembangunan PRPEP ini.

“Dari catatan kami selama 7 hari setelah selesai pembangunan, kurang lebih sebanyak 10.000 orang wisatawan yang telah berkunjung. Pemasukan yang kami peroleh cukup banyak dari tarif parkir kendaraan,” ujar Jumadi

About Pasha

Check Also

85 Tahun Sejarahnya Cap Kupu

Berawal dari sebuah toko obat kecil bernama ‘Tay Ho Tong’ yang terletak di pinggiran kota …

Leave a Reply