hitcounter
Thursday , January 27 2022

Dasar Budaya Digital Masyarakat Indonesia

Budaya digital sebagai masyarakat Indonesia yakni ketika sudah menjadi masyarakat digital harus tetap memiliki dasar hidup Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat itu harus tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang ada di tiap sila itu. Dengan begitu, warganet Indonesia akan tetap berwajah Indonesia yang ramah tamah, bertoleransi, gotong royong, dan cinta budaya Indonesia.

Budaya ada karena merupakan sebuah hasil dari pemikiran, akal budi sebagai makhluk sosial masyarakat akan terus berkembang sesuai zamannya. Pemikiran akal budi ini dijadikan sebuah panduan hidup dalam hidup untuk mengatur tingkah laku masyarakat itu sendiri. Hal itu disampaikan Felix Kusmianto, dosen dan peneliti SDM. Dia menambahkan, penggunaan digital dapat menjadi pengubah budaya yang selama ini hadir di dunia luar jaringan.

“Budaya offline juga dapat mempengaruhi budaya online.  Padahal budaya digital ini dikenal dengan segala kemudahan di dalamnya yang dapat dimanfaatkan secara positif,” ujarnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021).

Sementara itu untuk budaya digital ada yang terarah dan berkelanjutan yakni konstan beradaptasi dengan efektif menggunakan teknologi serta terus memberi dampak berkelanjutan. Inovasi di teknologi seperti startup digital diharapkan mampu menyelesaikan masalah solusi secara digital dan berkelanjutan. Kemudian ada budaya yang terarah dan berkelanjutan dengan empat pendukung seperti kolaborasi, data pendukung, tepat berdampak dan inovasi.

“Contohnya inovasi karya anak bangsa GoJek, mereka tidak memiliki modal yang besar namun mereka berkolaborasi dengan banyak pihak, pengendara motor, pemilik usaha dan lainnya. GoJek juga memiliki data pendukung supaya membuat produk tepat berdampak, dan untuk membuat agar bertahan mereka selalu melakukan inovasi. Awalnya mereka berbeda dari ojek online dengan memberikan masker dan penutup rambut sekaran berinovasi dengan dompet digital GoPay,” jelasnya.

Hal itu membuat mereka terus bertahan, mereka menciptakan budaya baru bagi masyarakat Indonesia. Ojek menjadi lebih eksklusif, tidak ada tawar menawar lagi biaya sesuai jarak, ingin belanja barang atau makanan pun tidak perlu keluar rumah dan budaya digital lain yang kini kita jalani.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (01/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Stefani Anggriani (Makeup Influencer), Geri Sugiran (Relawan TIK Sukabumi), Theo Derick (Praktisi Marketing Digital), dan Sari Hutagalung sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Tunjukkan Teknologi Wi-Fi 7 di Dunia kepada Pelanggan dan Pemimpin Industri

MediaTek mengumumkan demo langsung pertama teknologi Wi-Fi 7 di dunia, menyoroti kemampuan portofolio konektivitas Wi-Fi …

Leave a Reply