hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Dampak Positif Content Creator Bagi Para Audiens

Digitalisasi serta emajuan teknologi informasi dan jaringan internet telah membawa banyak manfaat untuk masyarakat. Selain memudahkan menjalankan kehidupan sehari-hari, pemanfaatan internet dan sumber daya digital di dalamnya termasuk media sosial akan memberi dampak positif. Salah satunya kini dengan transformasi digital berbagai profesi baru pun lahir, salah satunya content creator yang mendapat tempat di masyarakat.

Seperti yang dijalani Yudho Perwiro, seorang Food Blogger akun @boengkoes dalam membuat konten seputar makanan lewat akun Instagram maupun YouTube pribadinya. Yudho telah aktif membuat konten review makanan di YouTube sejak 2015 ketika belum begitu banyak food blogger saat itu terjun membuat konten video.

“Kalau temen-temen percaya diri di depan kamera bisa mencoba food review. Tapi kita ada yang blusukan jajan ke makanan kaki lima,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, pada Senin (11/10/2021).

Namun saat kondisi pandemi menurutnya setiap orang juga bisa membuat konten di rumah dengan membuat cooking channel berisi kegiatan memasak. Apalagi yang hobi memasak dan memiliki resep andalan bisa mencoba membuat konten tersebut agar berguna untuk audiens penontonnya. Selain itu untuk yang tinggal di daerah pelosok, bisa membuat konten mengenai makanan di seputar daerahnya.

Untuk ide konten lainnya, Yudho mengaku seringkali mendapatkan inspirasi dari tayangan konten luar negeri. Bahkan sebelum aktif di YouTube, dia melihat di luar negeri konten terkait kuliner sudah banyak sebelum Indonesia menjadi booming. Cooking challeng di luar negeri pun sudah lama dibuat dengan format tantangan memakan sesuatu yang pedas atau jumlahnya sangat banyak, sehingga hal itulah yang menarik audiens ingin menonton karena ada keunikannya.

“Hal-hal seperti makan nasi Padang 5 bungkus, atau Indomie 15 bungkus sekali makan. Hal tersebut bisa dibuat karena masih dalam lingkup makanan,” katanya lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan setiap orang yang memang tertarik menjadi food blogger meskipun tidak begitu suka berada di depan kamera tetap bisa menjadi content creator. Salah satunya menjadi food reporter dengan hanya fokus pada objeknya saja saat merekam video. Sehingga content creator di sini hanya peru bercerita dan membuat keunikan dengan reportase apa yang membuat suatu makanan beda dan patut untuk dicoba.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Pringgo Aryo, seorang Producer & Komposer Musik, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia dan Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor, dan Psikolog.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply