hitcounter
Sunday , September 19 2021

Dampak Positif Beretika di Ruang digital untuk Relasi dan Pekerjaan

Era bergerak cepat sejalan dengan makin berkembangnya teknologi. Namun etika dalam interaksi sosial di internet terabaikan, karena terjadi kebebasan pengguna yang kebablasan. Kurangnya kesadaran masyarakat terkait etika di media sosial akan memicu beberapa masalah sosial.

Noor Kamil, Co-Founder Mas Pam Records mengatakan, penggunaan media digital seharusnya didasarkan pada satu niat, sikap, dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama dan demi meningkatkan kualitas kemanusiaan. Akan jauh lebih baik jika pengguna mengetahui etika apa yang harus diperhatikan saat menggunakan jejaring sosial dan internet.

“Etika dalam berkomunikasi yaitu menggunakan kata-kata yang layak dan sopan. Hindari penyebaran SARA dan aksi kekerasan, periksa kebenaran berita, menghargai hasil karya orang lain, sebarkan informasi yang bermanfaat dan inspiratif,” ujar Noor saat webinar Literasi Digital Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, Jum’at (6/8/2021).

Dia mengatakan, etika merupakan bagian dari nilai-nilai moral dan prinsip tentang benar dan salah yang merupakan pencerminan kebiasaan, tradisi dan kebudayaan masyarakat. Sementara masyarakat di dunia ini memiliki keragaman budaya dan latar belakang yang berbeda. Sehingga etika dibutuhkan untuk saling menghargai sesama misalnya etika bermedia sosial saat berkomunikasi.

Etika dalam berkomunikasi di ruang digital ini menurut Noor memiliki manfaat secara luas bagi seluruh pengguna internet. Etika mencerminkan rasa hormat terhadap orang lain, memudahkan seseorang diterima di pergaulan positif, menjaga hubungan baik dengan siapa pun dalam jangka waktu yang lama. “Dengan baik dan luasnya relasi otomatis hidup kita akan lebih mudah untuk berkembang,” kata Noor lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Elfira Fitri, Manager of External Student Affairs Universitas Multimedia Nusantara, dan Benny Daniawan, Dosen Sisten Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply