hitcounter
Sunday , November 28 2021

Dampak Hoaks pada Kesehatan Mental dan Membuat Masyarakat Resah

Hoaks atau berita bohong memberi dampak membuat keresahan di masyarakat, terlebih di tengah kondisi pandemi hoaks seputar kesehatan mengenai vaksin dan Covid-19 banyak beredar. Hoaks merupakan informasi bohong yang memiliki tujuan membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, menyakiti, bersifat provokasi dan memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi yang membaca maupun mendengarnya.

“Hoaks dapat dikenali dari ciri-cirinya seperti sumbernya tidak jelas, memunculkan kebencian, dan cenderung tidak netral,” kata Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut hoaks biasanya memanfaatkan fanatisme terhadap agama, memiliki judul headline yang provokatif, biasanya minta diviralkan, dan sering memanipulasi foto serta keterangan dalam beritanya. Hoaks bahkan bukan sekadar sebagai berita yang akan menyesatkan, karena hoaks memiliki dampak yang tak bisa diabaikan seperti akan memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah.

Untuk kesehatan fisik, hoaks bisa membuat seseorang sulit tidur, malas beraktifitas dan membuat susah berkonsentrasi. Di masyarakt hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan

Setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks. Sebab itu setiap orang haruslah menjadi pembaca cerdas dengan membaca keseluruhan artikel, cek kembali siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding.

“Setiap orang bisa berperan dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat,” ujarnya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Whisnu Bakker Head of Digital Marketing Paragon Pictures, Mona Ratuliu, Founder ParenThink, dan Riri Damayanti, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply