hitcounter
Thursday , August 5 2021

Content Creator Harus Ciptakan Konten Positif dan Informatif

Menurut State of Digital Publishing Content Creator adalah seorang yang bertanggung jawab untuk informasi yang ada di media terutama media digital. Mereka biasanya tidak memberikan informasi secara umum namun Content Creator biasanya memiliki audien tertentu tergantung konten yang dihasilkan.

Content Creator sendiri dalam konteks ini bukanlah selebriti ataupun blogger. Tentu selebriti maupun blogger dapat dimasukkan dalam kategori pencipta konten. Namun tidak semua pencipta konten adalah selebriti maupun blogger kenamaan.

Selebriti juga bukan Content Creator profesional kalau dia hanya memposting foto selfie. Karena kalau Content Creator membuat konten di media sosial yang mengandung edukasi atau hiburan yang bisa disajikan.

Hal tersebut disampaikan Influencer Valentina Melati dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021). Valentina yang berbicara sebagai Key Opinion Leader merupakan salah satu generasi muda dan serius memanfaatkan digital untuk hal positif.

Lihai memoles diri dan paham penggunaan perawatan kulit wajah membuatnya sering berbagi ilmu di Instagram. Tidak disangka kontennya banyak disukai hingga akun Instagramnya banyak diikuti. Tawaran kerjasama dengan brand dan endorse pun banyak bermunculan.

Ada tiga media sosial yang digunakan Valentina untuk berkreasi, yakni instagram untuk memamerkan foto inspirasi OOTD, menampilkan produk yang kerjasama untuk dipromosikan. Blogspot untuk mengulas makeup dan skincare secara lebih lengkap melalui. Valentina juga memiliki akun di TikTok untuk mengulas produk kecantikan dan beberapa tips dengan video singkat.

Menurutnya, cara memulai buat konten ialah harus tau jenis konten apa yang ingin dibuat. “Kalau bisa yang sesuai hobi dan passion, mulai dari apa yang kita kerjakan sehari-hari. Senang sekali jika hobi kita selama ini malah bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan, buat konten pun selalu bersemangat,” ungkapnya.

Kembangkan bakat dan terus konsisten membuat konten menarik dengan ciri khas pribadi. Masuk komunitas akan menambah ilmu, menurutnya biasanya para anggota akansaling berbagi aplikasi untuk edit video, foto juga penting untuk menambah konektivitas dengan brand atau instansi yang dapat mengajak kerjasama.

Content Creatorharus update tren terbaru, misalnya saat viral BTS meal Valentina membuat makeup dengan tema ungu. Jangan lupa persiapkan diri sendiri saat akan menciptakan konten, salah satunya dengan membuat story line.

“Saat kita menyampaikan konten itu teratur rapih, sehingga apa yang ingin disampaikan kepada audien itu mudah dimengerti dan sampai pesan yang dimaksud,” ujarnya.

Valentina juga sering belajar dari konten orang lain untuk mengembangkan ide kreatif. Selalu terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan Content Creator lain untuk menaikan minat dari masing-masing pengikut. Menurutnya tidak masalah jika Content Creator kini dijadikan pekerjaan para generasi muda, asal di dunia digital mereka tetap mencontohkan hal positif kepada para pengikutnya. Para pengikut bukan hanya aset namun juga pengingatnya untuk selalu menjadi contoh baik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Rendi Saiful Ajid (Relawan TIK Jawa Barat), Komang Triwerthi (Dosen STMIK Primakara), Bambang Iman Santoso (CEO Neuronesia Learning Center), dan I Gusti Wiranata Arsa (Relawan TIK Bali).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply