hitcounter
Tuesday , May 26 2020
Home / Cerita Wisata / Cerita Kreativitas, Kewaspadaan dan Ketekunan Melawan Virus Corona ala Hong Kong

Cerita Kreativitas, Kewaspadaan dan Ketekunan Melawan Virus Corona ala Hong Kong

Sejak kasus pertama COVID-19 dikonfirmasi pada awal tahun ini, Hong Kong telah menyaksikan warganya, perusahaan swasta dan sektor publik bersatu dan bekerja untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan semua orang serta memastikan semua kegiatan berlangsung semulus mungkin.

Mulai dari perusahaan kecil hingga lembaga besar pemerintahan, telah mengambil tindakan pencegahan yang menegaskan pada kesehatan dan kenyamanan. Saat ini dan ke depannya, Hong Kong terus mengajak warganya untuk berinteraksi secara bertanggung jawab dengan satu sama lain di waktu yang tidak terduga ini.

Sistem transportasi umum Hong Kong adalah salah satu yang paling efisien di dunia. Mengingat situasi saat ini, kereta, bus dan taksi telah memperketat prosedur dan layanan pembersihan agar warga dapat berkendara dengan aman, nyaman dan tenang.

Layanan perusahaan transportasi terdepan di Hong Kong, MTR Corporation, baru-baru ini mulai menggunakan robot Vapourised Hydrogen Peroxide (VHP) untuk mensterilkan gerbong dan stasiun kereta. Fasilitas stasiun kontak-tinggi seperti mesin tiket, tombol lift dan pegangan tangan dibersihkan dengan menggunakan larutan pemutih setiap dua jam. Selain itu, filter pendingin ruangan (AC) di dalam kereta lebih sering dicuci dan diganti daripada sebelumnya.

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Asia, Bandara Internasional Hong Kong (HKIA), Hong Kong telah mengerahkan sebuah teknologi canggih, Intelligent Sterilization Robot (ISR) untuk mensterilkan kuman dan virus menggunakan kombinasi teknologi sinar UV, nozel semprot 360 derajat, dan saringan udara. Teknologi ini dikembangkan di Hong Kong, tetapi robot ini sebelumnya hanya digunakan di rumah sakit. HKIA merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan robot ISR dalam situasi non-klinis.

Bukan hanya tempat umum, Hong Kong juga menerapkan para supir taksi untuk menggunakan masker wajah sebagai tanda hormat kepada penumpang mereka, dan taksi sudah dilengkapi dengan botol pembersih tangan di bagian belakang kursi pengemudi untuk  digunakan oleh penumpang demi kenyamanan mereka.

Tak hanya itu, perusahaan bus bersusun KMB telah mulai memasang dispenser pembersih tangan baik di dalam bus dan juga di terminal. Bus KMB juga menyediakan keset lantai yang ditaburi dengan larutan pemutih untuk memudahkan penumpang mendesinfeksi sepatu mereka saat menaiki bus.

Meskipun ada banyak pembatalan acara, para penyelenggara acara telah membuat rencana alternatif agar semua tamu dapat mengalami keseruan pertemuan sosial tanpa harus ada kontak fisik langsung ataupun dengan kerumunan.

Karena tidak dapat menggelar pameran fisik, pameran seni ternama sedunia Art Basel Hong Kong 2020 membuat menampilkan Online Viewing Rooms yang menampilkan lebih dari 2,000 karya seni dari 235 galeri di seluruh dunia. Art Central, yang biasanya menjual karya seni secara langsung, kali ini menjual karya-karya seni secara online yang memungkinkan pengunjung untuk memilah dan memilih lebih dari 500 karya seni berdasarkan seniman, peserta pameran, ukuran, harga dan medium. Galeri virtual lainnya seperti K11 Art Foundation, Sotheby’s Hong Kong dan M+ Collections Beta juga tersedia agar komunitas seni tetap terhubung dan terhibur.

Selain itu, Asia Society Hong Kong telah bekerja sama dengan The Hong Kong Art Gallery Association untuk mengadakan pameran patung (Sculpture Exhibition) selama satu bulan yang menampilkan seni dari galeri internasional serta program bincang seni (ArtTalk Programme) yang disiarkan langsung di laman Facebook.

Platform komunitas lokal, ART Power HK didirikan tahun ini untuk mengisi kalender seni yang sekarang cukup kosong dikarenakan pendemi dari virus corona. Platform ini membuat bekerja sama dengan para figur terpandang dan menyelenggarakan serangkaian acara serta diskusi online dengan topik yang menarik.

Selain itu, salah satu merk retail ternama asal Hong Kong, G.O.D. (Goods of Desire), Douglas Young, salah satu pendirinya, mengingkatkan masyarakat untuk tetap positif di tengah pandemi COVID-19, dengan meluncurkan masker wajah kain yang tersedia dalam berbagai warna dan desain unik.

“Masker ini adalah masker fashion, tapi saya ingin menambahkan aspek humor untuk membantu masyarakat mengurangi tekanan mental di tengah situasi ini. Saya akan terus membuat lebih banyak desain yang fungsional dan inovatif agar orang-orang dapat tetap positif,“ tambah Douglas, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima vakansi.

Terinspirasi oleh budaya Hong Kong yang dinamis dan dibuat di workshop lokal G.O.D., masker yang dapat dicuci dan digunakan kembali ini tidak hanya membantu dalam kekurangan global masker saat ini, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi para pengrajin. Masker yang dilengkapi dengan saku untuk memasukkan filter ini juga merupakan alternatif ramah lingkungan untuk penggunaan sehari-hari.

Dari sisi perlindungan kesehatan, Centre for Heath Protection menyediakan buletin berita pelacakan kasus yang komprehensif di situs webnya (chp dashboard.geodata.gov.hk/covid19/en.html) yang menyajikan berita terbaru tentang virus corona kepada masyarakat.

Dengan banyaknya strategi inovatif dan pendekatan proaktif, Hong Kong sejauh ini mampu bergerak maju dengan stabil dan terkendali sepanjang wabah virus corona ini. Terlebih lagi, meskipun ada banyak ketidakpastian, masyarakat Hong Kong telah menunjukkan kemampuan mereka untuk bersatu dan bangkit dari keadaan sulit dengan semangat kekerabatan dan komunitas. Dalam masa-masa seperti ini, semangat kolektif inilah yang benar-benar membedakan Hong Kong dari yang lain.

About Pasha

Check Also

Destinasi Staycation Berjarak Kurang dari Tiga jam dari Jakarta

Ingin beristirahat dari kehidupan perkotaan yang sibuk? Entah Anda seorang shopaholic, atau mencari tempat berlibur …

Leave a Reply