hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Cerdas, Bijak, Berbudaya di Ruang Digital

Kita memiliki beragam budaya, bahasa, pulau, suku, di mana semua kekayaan tersebut membentang dari sabang sampai merauke. Apabila kita melihat dan bisa memaksimalkan kemampuan kita di era transformasi digital ini kita bisa berkreasi menggunakan budaya tersebut.

Sebagai pengguna internet kita memiliki peran dalam mendukung budaya kreatif, produktif, dan sehat di ruang digital. Kita juga perlu melihat budaya digital sebagai sebuah peluang baru, seperti personal branding, jurnalisme warga digital, atau bisnis online supaya kita tetap produktif meski berada di situasi pandemi agar tetap relevan dengan zaman.

“Kita sekarang memanfaatkan media sosial dan internet yang ada untuk menciptakan konten-konten yang menarik secara konsisten, untuk menyebarkan informasi dan menciptakan komunitas yang besar. Berbeda dengan dulu yang menyebarkan informasi melalui koran, majalah, radio,” ujar Dee Rahma, Digital Marketing Strategist dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (4/11/2021).

Tidak hanya cerdas secara skills, kita harus juga cerdas, bijaksana, dan berbudaya di ruang digital. Kita bisa membuka pikiran bahwa transformasi digital bukanlah sesuatu yang bisa dihindari, tetapi harus diterima sebagai bagian dari hidup. Mulai mengunggah konten positif, kreatif, dan produktif di ruang digital. Kemudian, meyakini keberagaman budaya sebagai kekuatan bangsa agar mudah menerima, memahami, dan bertoleransi.

“Kita juga perlu untuk meningkatkan literasi kita secara pengetahuan umum dan budaya supaya kita memahami bahwa kita bisa belajar dari sejarah. Memanfaatkan budaya digital ini untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kebudayaan Indonesia secara umum,” jelasnya.

Terkait dengan budaya, banyak yang bisa kita kulik dan dijadikan konten positif di ruang digital. Kita bisa menciptakan konten-konten yang selaras juga dalam harmoni keberagaman kita sebagai orang Indonesia dengan menggunakan filosofi Pancasila atau Bhinneka Tunggal Ika. Sangat besar kemungkinan membuat budaya itu populer di ruang digital, asalkan kita mau terbuka dalam kolaborasi.

Ia menuturkan, di ruang digital kita bisa memilih apakah ingin menyebarkan konten positif atau negatif. Akan tetapi, perlu disadari bahwa kedua konten tersebut meninggalkan jejak dan akibatnya di masa mendatang.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (4/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Meiskasa (Recruitment Officer Permata Bank), Reza Hidayat (CEO OREIMA FILMS), Eko Ariesta (Founder & CEO Enterpro.id), dan Vivian Wijaya (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply