hitcounter
Monday , July 22 2024

Cek Tipe Cyberbullying, Apakah Anda Pernah Mengalami?

Di ruang digital perundungan kerap terjadi terhadap pengguna digital namun para pelaku mereka sembunyi dibalik kata bercanda, baper dan lainnya yang justru menyudutkan korban.

Astini Kumalasari dosen Udinus yang juga travel Blogger ini menjelaskan, jenis-jenis dari cyberbullying ini masih banyak yang belum diketahui sehingga ketika mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan di ruang digital. Mereka belum merasa bahwa mereka sedang dibully. Tipe cyberbullying itu seperti Flaming mengunggah konten sensitif dan memalukan tentang seorang di media sosial atau berkomentar kasar di kolom komentar.

“Biasanya ketika seseorang mengunggah foto misalnya berbusana minim dan lainnya banyak yang langsung berkomentar yang membuat malu orang tersebut di kolom komentarnya. Itu sudah sebuah bentuk tindakan cyberbullying untuk tipe Flaming,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) pagi.

Denigration atau menyebarluaskan gosip di media online ini, sangat banyak terjadi apapun jenis gosipnya ini sudah termasuk dengan bullying di dunia online. Termasuk outing atau membocorkan rahasia orang lain atau informasi personal dengan tujuan mempermalukan di muka umum. Mudah dilakukan dan sering terjadi biasanya terhadap orang-orang yang memang merasa dikecewakan lalu membalas dendam.

“Para figur publik juga kerap dihantam bullying ini untuk membahas masa lalunya. Bentuk pem-bullyan ini yang juga dengan mudah akan menghancurkan karir seseorang,” jelasnya.

Sering terjadi pencurian identitas membuat akun palsu menggunakan nama seseorang dengan sengaja untuk melakukan komentar negatif pesan negatif atas namanya itu sudah bentuk bullying impersonation. Tidak jarang seseorang tidak aktif di Facebook tapi nyatanya dia aktif di Facebook karena ada orang lain yang menggunakan namanya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Iwan Kemrianto (Founder yukbisniskost), Michael Sjukrie (videografer underwater), Dede Muhammad Multazam (peneliti PPIM UIN Jakarta), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Tiga Kehebatan Kamera 50MP Galaxy Z Flip6 Terbaru

Jakarta, Vakansi – Samsung secara resmi memperkenalkan lini terbaru smartphone flagship lipatnya kepada konsumen dengan …

Leave a Reply