hitcounter
Wednesday , June 16 2021

Buku Sukarno’s Favorite Painters Ungkap Kedekatan Sukarno dengan Pelukis

Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno dikenal sebagai sosok yang menyukai seni, khususnya seni rupa. Kegemarannya ini diartikan sebagai penyeimbang antara menjadi politikus dan kegemaran terhadap seni.

Hal itu diungkapkan Mikke Susanto, yang juga salah satu anggota Tim Kuratorial Museum Istana Presiden Republik Indonesia dan juga penulis buku berjudul Sukarno’s Favorite Painters, di Masterpice Auction House Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kegemarannya dengan dunia seni di buktikan dengan kedekatan hubungan dengan pelukis-pelukis. Sukarno sebagai politikus tapi dekat dengan seniman, dimana ada 200an seniman yang dikenal dekat dengan Beliau,” tegas Mikke.

Mikke menjelaskan, kegiatan-kegiatan Sukarno dengan seniman menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang menarik. Bahkan tak jarang sang proklamator ini mendengarkan masukan-masukan dari seniman.

“Pendirian lapangan terbang Kemayoran, itu merupakan salah satu masukan dari pelukis. Begitu juga saat Sukarno tampil di Kongres Amerika Serikat mengenakan baju berwarna putih, itu atas masukan dari pelukis Dullah,” kata Miekke.

Lanjut Mikke, hubungan intens Sukarno dengan para perupa dan karya-karya yang dikoleksi merupakan kisah yang indah. Pada sudut itulah Sukarno tampak sisi manusiawinya. Hubungan mereka jelas berkualitas, baik bagi perupa maupun baginya sendiri.

“Berbagai kisah mulai dari perkenalan, jual beli, pemberian, pesanan khusus, kerja kreatif, dan hubungan keluarga yang terjalin dalam kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa Sukarno memiliki sifat kritis, terbuka, dan siap menerima masukan atas berbagai hal, termasuk dari sejumlah pelukis. Jelaslah kisah-kisah rekreatif, rileks, penuh senda gurau, sekaligus reflektif,” paparnya.

Mieke mengatakan, berdasarkan koleksinya, presiden pertama ini sangat menyukai lukisan potret perempuan dan pemandangan alam. Basuki Abdullah, Dullah dan Le Mang Fong dinilai sebagai pelukis-pelukis yang digemari Sukarno.

“Dilihat melalui koleksinya, Basoeki Abdullah paling banyak ada 200an serta Dollah dan pelukis Cina yang kemudian menjadi WNI Le Mang Fong, yang paling banyak dikoleksi,” kilahnya.

Semua hal yang terkait kedekatan presiden Sukarno dengan seniman dan juga koleksi lukisannya terungkap dalam buku yang berjudul Sukarno’s Favorite Painters. Buku ini menceritakan soal 33 pelukis yang berhubungan langsung dengan Sukarno. Buku dengan tebal 316 halaman ini, juga menampilkan karya-karya para perupa yang masuk dalam favorit dan selera Sukarno.

Buku ini juga diharapkan menjadi apresiasi terhadap koleksi Sukarno sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Ia juga mengaku buku tersebut dicetak terbatas yang hanya 500 eksemplar dengan harga berkisar Rp2,5 juta, yang wajib dimiliki oleh para kolektor.

“Buku ini tidak dijual bebas. Jika ingin memiliki bisa menghubungi Masterpice karena dicetak terbatas 500 eksemplar,” tambahnya.

About Pasha

Check Also

Menparekraf, Sandiaga Uno Sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia di Desa Wisata Pentingsari

Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia yang sedang …

Leave a Reply