hitcounter
Friday , June 14 2024

Bukan Cuma Public Figure, Setiap Orang Perlu Personal Branding Budaya Digital Positif

Penggunaan internet semakin masif, apalagi sejak pandemi terbatasnya pertemuan untuk menghindari kontak fisik dan penyebaran virus corona semua beralih menjadi online. Mulai dari bekerja, belanja, belajar, transaksi keuangan, hingga hiburan. Namun jangan lupakan, bahwa aktivitas penggunaan internet dan interaksi di ruang digital perlu diikuti dengan etika dan sopan santun seperti halnya di dunia nyata.

Individu perlu menyadari, bahwa ada jejak digital di internet yang bisa memberikan dampak pada karier dan personal branding. Sehingga unggahan maupun komentar negatif bisa saja mendatangkan masalah dikemudian hari. Seperti unggahan opini pribadi dengan unsur ejekan yang merugikan orang lain.

“Bukan cuma public figure, temen-temen kalau mau mengunggah sesuatu dipikir lagi efeknya bagaimana,” kata Chika Amalia, Public Figure Branding & Partnership saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, pada Selasa (28/9/2021)

Lebih lanjut dia memberikan beberapa tips agar mengisi ruang digital dengan konten positif, seperti memilih topik yang aman agar tidak memancing respon negatif dari khalayak. Termasuk dalam memilih foto atau bahasa yang baik untuk dilihat oleh orang lain di media sosial. Dalam kasus public figure yang memakai media sosial sebagai branding image, unggahannya biasanya mengarahkan khalayak untuk berdiskusi terkait materi konten sesuai dengan topik.

Individu barus memiliki kebijaksanaan dalam memberikan respons, agar tidak terdapat unsur provokasi. Bukan hanya dalam unggahan berupa foto maupun status saja, termasuk saat membagikan ulang sebuah berita di media sosial setiap orang juga harus mengecek terlebih dulu kebenarannya. Karena apa yang dibagikan juga memengaruhi personal branding.

“Jangan sampai karena tidak mengecek dan verifikasi informasi ternyata apa yang dibagikan ulang ternyata hoaks atau berita palsu. Bukan masalah foward berita hoaks atau hate speech saja, tapi ini berita sudah disebarkan berkali-kali,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Nurul Iman, Rektor Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Eko Juniarto, Co-Founder Mafindo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Bergabung dengan Arm Total Design untuk Bentuk Masa Depan Komputasi AI

Jakarta, Vakansi – MediaTek pada acara COMPUTEX 2024 mengumumkan perusahaannya telah bergabung dengan Arm Total …

Leave a Reply