hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Budaya Kreatif dan Produktif di Internet

Pengguna Internet di Indonesia terus bertambah. Kini telah ada 202,6 juta pengguna dari total 274 juta penduduk dan sebanyak 170 juta jiwa atau sebanyak 61,8 persen telah aktif di media sosial. Internet akhirnya menjadi begitu potensial memberi peluang dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Peluang semakin luas di era digital karena tidak ada batasan di ruang digital untuk berkreasi dan berinovasi,” sebut Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Ciamis, Jawa Barat I, pada Rabu (13/10/2021).

Dia mengatakan digitalisasi telah memberikan banyak kemudahan dan menciptakan efisiensi bagi individu maupun pelaku UMKM untuk terus memperluas jangkauannya. Berbagai program akselerasi transformasi digital kemudian memberi kemudahan masyarakat meningkatkan produktifitasnya.

Namun, meski 61 persen lebih penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet dan bisa disebut melek digital, belum semua bisa berperilaku positif dengan budaya kreatif dalam menggunakan ruang digital. Dari survei Digital Civility Index (DCI) yang dipublikasikan Microsoft pada Februari 2021 lalu, netizen Indonesia mendapat predikat sebagai yang paling tidak sopan se-ASEAN. Hal tersebut seperti pukulan, karena sejak dulu Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah. Namun di ruang digital mengapa etika dan norma sopan santun seakan hilang?

Padahal internet yang begitu potensial seharusnya digunakan untuk menyebarkan hal positif termasuk untuk menyebarkan budaya kreatif dan produktif di ruang digital. Dibandingkan jika menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan menyinggung isu SARA yang membuat predikat buruk netizen Indonesia. Beberapa hal hang bisa dilakukan misalnha mendukung dan mengapresiasi ide kreatif supaya semakin dikenal.

Adapun digitalisasi juga bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kreatifitas generasi muda dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Misalnya dengan berpartisipasi dalam aktifitas atau kompetisi yang diselenggarakan untuk mendorong budaya kreatif dan inovatif. Semua itu bisa dimulai serta ditanamkan dalam pemikiran dan narasi positif dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Webinar Literasi Digital di Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi di Universitas Buddhi Dharma, serta Tabitha Purba, seorang Dokter Gigi dan Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply