hitcounter
Thursday , August 5 2021

Buat Konten Lebih Personal, Pelaku Industri Kreatif Berbagi Ilmu Digital Skills

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyusun Peta Jalan Literasi Digital 2021 -2024 yang menggunakan sejumlah referensi global dan nasional.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, berulang setiap tahunnya, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024. Oleh karena itu, dibutuhkan penyelenggaraan kegiatan literasi digital yang massif di 514 kabupaten/kota, di 34 provinsi, di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk Seminar dan Diskusi secara online dan offline dengan target penduduk di kabupaten/kota tersebut khususnya ASN, TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, Ibu Rumah Tangga, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Digital mengungkapkan di antara pengguna internet di Indonesia yang semakin tinggi, saat ini kejahatan di ruang digital pun ikut mengkhawatirkan.

“Tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital,” ujar Presiden Joko Widodo.

Reza Hidayat, CEO Oreima Films hadir sebagai nara sumber pada webinar Literasi Digital, Rabu (9/6/2021) yang memberikan pemahaman dasar digital skills secara khusus digital skills untuk pelaku industri musik. Selain itu dia juga memberikan wawasan dan berbagi pengalamannya bertahan di tengah pandemi covid-19 dengan memiliki digital skills.

Pelaku industry kreatif dapat terus berkembang dengan memanfaatkan digital skills yang baik. Namun bagi Reza yang sudah belasan membuat film, ada satu hal yang menjadi kunci saat berkarya di bidang kreatif seperti membuat konten.

“Setiap konten yang coba kita ciptakan harus punya value unik dan bisa kasih rasa ke penonton, khalayak misal bisa bikin terharu sedih atau bisa kasih semangat,” ujar Reza.

Nah bagaiman agar bisa seperti itu? Reza pun berbagi sedikit ilmu, yaitu dengan membuat konten menjadi personal, namun yang bisa diingat segala sesuatu di ranah digital umurnya panjang. Jadi conten creator juga harus memikirkan apakah konten yang dibuatnya bisa tetap bagus dan dinikmati hingga sekiranya 5 tahun ke depan.

Menurut Reza, saat bisa membuat konten yang memiliki nilai, unik, dan bersifat personal maka para sponsor yang ingin beriklan pun akan mendekat. “Karena di zaman sekarang salah satu yang penting adalah kolaborasi agar bisa mendukung dan membiayai konten kita,” tutur Reza.

Reza bercerita, di masa pandemi ketika perubahan datang dan semua orang tidak pernah tahu sampai akan kapan. Hal yang ikut berubah adalah kebiasaan, di mana orang saat ini pun memiliki pola habit yang baru di kehidupannya. Bila dulu untuk menonton film pergi ke bioskop, maka setelah pandemi orang lebih banyak nonton streaming, dan beberapa kebiasaan yang berubah.

Sehingga pelaku indutri kreatif pun harus berbeda namun momen ini menjadi suatu hal baru yang menantang. Terkait dengan film dan konten, Reza juga menilai orang banyak yang salah kaprah dengan mengatakan ingin membangun konten. Konten adalah hal penting namun nomor satu adalah channel.

Saat ini diketahui YouTube menjadi platform nomor satu yang ditonton oleh masyarakat Indonesia, bahkan selebriti seperti Raffi Ahmad sekarang ikut membuat konten di YouTube. “Ingat ketika punya plan di konten, kita harus benar-benar disiplin, seminggu misal dua kali tayang setiap senin kamis konten keluar,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply