hitcounter
Thursday , August 5 2021

Bisnis di Era Digital  Harus Memiliki Media Sosial

Memulai bisnis di era digital sudah menjadi kewajiban untuk masuk ke ranah online. Memiliki media sosial, membuat konten sudah menjadi daftar prioritas yang harus dilakukan pertama kali.

Dimulai dari target market yang ingin dituju, Ryzki Hawadi Founder CEO Attention Indonesia (marketplace event ecosystem) menjelaskan sekarang bukan zamannya menembakkan peluru ala Rambo yang komunikasinya random atau tidak terarah.

“Kini sudah seperti sniper, kita tahu dengan siapa kita berkomunikasi di media sosial bisa menentukan demografi, mereka suka beli apa dan kenapa. Misalnya, kita jualan baju muslim berarti kita sudah bisa posting mulai jam 4 subuh,” jelas Ryzki saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/7/2021).

Hal tersebut penting untuk mengetahui target market, setelah mereka menjadi follower, kita harus memperlakukan mereka seperti sahabat. Perlu dicatat agar unik pelaku usaha harus memiliki stand point tidak harus selalu mengikutinya kemauan dari para follower atau market.

Branding menjadi penting saat di dunia nyata maupun saat promosi di rumah digital. Untuk meningkatkan nilai dari produk, segala hal tentang branding harus dipikirkan secara detail. Seperti logo, warna, kemasan, kartu nama company profile dan lainnya.

Menentukan channel apa yang kita ingin gunakan untuk mempromosikan menjadi langkah selanjutnya. Ryzki berpesan, jika sudah memiliki mempunyai tim besar boleh untuk membuka semua channel media sosial, marketplace. website dan email. Namun jiak belum mempunyai tim besar. Dimulai dari membuat akyn Instagram dan marketplace misalnya Tokopedia. Semakin berkembangnya usaha, kita bisa masuk ke semua channel. Kita nanti membuat website lalu membuat konten di YouTube bahkan menarik perhatian di TikTok.

“Saya suka memposisikan media sosial, misalnya Facebook dan Instagram adalah representasi toko atau brand kita. Jadi prioritas utama setiap toko yang baru buka harus punya akun Instagram. Lalu Linked in itu penting karena dia sistemnya seperti algoritma Facebook pada tahun 2011. Semua orang bisa melihat kita dan kita bisa membangun networking dan segala informasi di sana,” jelasnya.

Proritas kedua ada YouTube untuk kita membuat full story atau short movie tentang usaha ini. Sementara media sosial Twitter sebagai customer service. Jika pelanggan ada saran, keluhan dan media sosial. Sementara Tik Tok sebagai tempat kita untuk story telling memberikan awareness.

Bagaimana membuat sebuah kampanye atau promosi, Ryzki menjelaskan secara teknis. Dia menyebut pakem konten, ketika kita mempunyai sebuah produk kita harus tahu dulu berkaitan dengan apa produk ini. Misalkan, sebuah produk jus buah dan sayuran maka ini berkaitan dengan kesehatan. Lalu kesehatan itu berhubungan dengan manusia dan kehidupannya.

“Berarti konten yang harus kita ciptakan adalah memberikan tips kesehatan, Story mengenai pengalaman meminum ini dan tentunya tentang produk itu sendiri yaitu bahan-bahannya terbuat dari apa saja dan promosi produk seperti harga spesial dan lainnya,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Muh Nurfajar Muharom dan Bahruddin (Relawan TIK Indonesia), Fikri Andika (NXG Indonesia) dan Yohana Djong (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply