hitcounter
Monday , September 20 2021

Bijak Bermedia Sosial, Jangan Asal Sebar di Internet

Saat ini pengguna internet aktif di dunia pada Januari 2021 sebanyak 4,66 miliar atau sudah mencapai setengah populasi global. Dari total tersebut, sebanyak 92,6% atau 4,32 miliar mengakses internet dari perangkat seluler. Sementara di Indonesia pada Januari 2021 terdapat 202,6 juta pengguna internet, jumlah pengguna meningkat 27 juta orang selama masa pandemi.

Ruang publik pun berubah menjadi ruang digital, dengan adanya penggunaan media digital yang tinggi. Segala macam informasi begitu cepat, terjadi banjir informasi sehingga setiap orang harus berhati-hati. “Ketika kita ada di ruang digital selayaknya kita berhati-hati, etika kita jangan sampai salah, sebab etika berkomunikasi di ruang digital seolah terlupakan karena seperti tidak nampak orang lain di hadapan kita,” kata Arief Rudiana, Wakil Kepala Sekolah Hubidukamas SMK Negeri 4 Bogor saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Jum’at (6/8/2021).

Arief menjelaskan, ada beberapa hal yang merusak ruang digital di media sosial di antaranya berita bohong atau hoaks, kejahatan dan penipuan, konten negatif, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, serta intoleransi. Mengenai berita bohong kebanyakan orang ingin jadi pertama yang membagikan informasi sebelum memeriksa kebenarannya, padahal bisa jadi merupakan hoaks yang justru malah merugikan dan merendahkan orang yang membagikannya.

Begitu juga dengan ujaran kebencian, sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang terkenal sopan santun saat bertemu tatap muka.

“Bila kita mengunggah sebuah informasi foto maupun video mari kita pikirkan apakah materi tersebut bermanfaat,” ujarnya lagi.

Berkaitan dengan etika, Arief mengingatkab agar memerhatikan juga mengenai kelegalannya apakah melanggar hak cipta? Ketahui juga mengenai Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di mana ada banyak pasal yang bisa menjerat seseorang jika tidak memerhatikan etika di ruang digital.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Hani Purnawanti, Koordinator Program Edukasi4ID, dan Ajeng Asri Utami, Staf Pengajar SMK Negeri 4 Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply