hitcounter
Sunday , November 28 2021

Bijak Bermedia Sosial, Hati-Hati Rekam Jejak Digital Tak Bisa Dihapus

Rekam jejak digital merupakan jejak data yang tertinggal saat seseorang melakukan aktivitas online di internet. Bagi pengguna internet, terlebih seorang influencer yang seringkali berkolaborasi dengan brand rejam jejak digital sangat penting.

“Apapun yang tampak pada unggahan media sosial, akan sangat berpengaruh pada citra diri atau image di mata audiens,” kata Bianca Utaya, Creative Director of Murni Sarana Cargotama saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I pada Selasa, (23/11/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, jejak digital bentuknua bisa bermacam-macam. Mulai dari situs yang pernah dikunjungi, surel yang dikirimkan dan berbagai informasi yang sempat dibagikan secara daring. Di media sosial jejak digital ibarat bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital.

“Setiap orang harus berhati-hati dan berpikir lebih jauh ketika ingin mengunggah sesuatu, karena bila ada jejak digital yang buruk bisa merugikan diri sendiri,” katanya.

Dia pun memberikan beberapa tips agar membiasakan diri untuk meninggalkan jejak rekam digital yang positif. Seperti memeriksa jejak digital diri sendiri di situs pencarian untuk mengecek seperti apa jejak digital. Kalau terdapat jejak digital yang kurang baik, sebaiknya segera hapus supaya tidak ada orang yang melihatnya.

Kemudian bijaklah sebelum menulis sesuatu.
Beberapa hal yang tampil dalam internet bukan hanya sekadar tentang diri sendiri. Namun cara berperilaku juga kerap terekam secara otomatis di intenet. Maka diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atau mengunggah sesuatu.

Media sosial kini digunakam untuk branding, karenanya jejak digital yang ditinggalkan haruslah positif. Bangun citra diri yang bermanfaat satunya dengan menampilkan keahlian dan buat dalam bentuk konten berupa tulisan, gambar, atau video sehingga dapat berguna bagi orang banyak. Selanjutnya soroti kualitas diri yang menarik, di mana seseorang akan memungkinkan dilihat secara positif oleh audiensnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor, dan Aisyiah Ulfah, Guru TK Bina Harapan III Cinere.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply