hitcounter
Friday , May 7 2021

Berwisata Aman dan Nyaman di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kota Cirebon selama jni telah dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang masih sangat kental unsur sejarah dan budayanya. Terlebih, wilayah ini merupakan bagian dari sebuah Kasepuhan Cirebon yang masih memegang erat kebudayaannya secara turun temurun hingga kini.

Raden Muhammad Hafid Permadi, Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon menjelaskan,  terdapat empat struktur utama yang menyangga berdiri kokohnya Kasepuhan Cirebon ini. “Empat struktur utama yang menjadi penyangga kokohnya Kasepuhan Cirebon ini, yaitu Masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, Alun-alun sebagai pusat aktifitas seni dan budaya masyarakat serta Keraton sebagai pusat pemerintahan Keraton,” jelasnya pada kesempatan Forwaparekraf Press Tour & Seminar Series, Kamis (27/8) di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dengan sentralnya peranan Keraton Kasepuhan Cirebon ini di tengah masyarakat, tentu sangat pantas bila Keraton yang arsitektur gedung-gedungnya terpengaruh sentuhan khas Jawa Kuno dan Eropa ini, dianggap sebagai simbol kebangkitan pariwisata Kota Cirebon.

Dan guna tetap menjaga arsitektur bangunan tetap terjaga, selain dilakukan perawatan bangunan secara rutin juga menggandeng berbagai pihak lain untuk dapat berkolaborasi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya serta mendukung penerapan protokol kesehata  Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Saat ini ada beragam Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta dan BUMN guna membantu melestarikan bangunan Keraton serta mendukung fasilitas protokol kesehatan, seperti misalnya dengan penyediaan wastafel portable di berbagai titik di Keraton,” terangnya.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menegaskan, kota Cirebon sangat memperhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata khususnya di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” ujarnya.

Dan sebagai informasi tambahan disampaikan Wandi, dalam rangka mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, diluncurkan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan meng-update informasi pariwisata Kota Cirebon yang bernama Cirebon Wistakon yang dapat di-install via Google Play Store.

About Pasha

Check Also

Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional

Destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan kekuatan alam sebagai lokasi syuting. Untuk …

Leave a Reply