hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Beretika di Ruang Digital, Menjaga Tata Krama dan Sopan Santun Sesama Pengguna Internet 

Fakta pengguna internet di Indonesia, dari total penduduk yang mencapai 275 juta orang kini sudah ada 202,6 juta yang menggunakan internet. Sebanyak 170 juta di antaranya telah aktif di media sosial. Namun sayangnya, tingkat kesopanan masyarakat Indonesia disebut paling rendah se-Asia Tenggara dan terendah ke-4 di dunia menurut survei yang dirilis Microsoft pada Februari 2021.

“Jadi walaupun sudah lebih dari setengah penduduk Indonesia melek digital, tapi tidak disertai etika digital yang sesuai norma kesopanan,” kata Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan meskipun saat ini rata-rata orang sudah bisa mengoperasikan penggunaan smartphone, namun melihat fakta tersebut tetap harus belajar mengenai etika di ruang digital. Setidaknya ada 4 etika di ruang digital yang harus dimiliki pengguna, seperti menghindari isu SARA dan cyberbullying. Selain itu setiap orang harus membiasakan diri berkomunikasi yang sopan dan baik seperti halnya di kehidupan nyata, misalny dalam komunikasi di What’sApp, DM dan menuliskan komentar di kolom komentar.

Etika selanjutnya adalah tidak mengumbar hal-hal pribadi, sebab ada jejak digital yang tidak bisa dihapus ketika seseorang mengunggah sesuatu. Termasuk di dalamnya adalah mengunggah foto tidak senonoh, karena hal tersebut bisa berbahaya dan bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri dikemudian hari. Di ruang digital setiap orang juga perlu mewaspadai berita hoaks, misalnya berita mengenai vaksin dan Covid-19 yang belum tentu kebenarannya serta perlu dicek kembali.

“Cek dulu sumber beritanya, dari lembaga resmi atau bukan? Temen-temen juga bisa tahu berita hoaks dari website kominfo dan di website https://turnbackhoax.id,” tuturnya.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I,merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Arief Lestadi, Founder NAS Consulting & Research, Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply