hitcounter
Wednesday , April 17 2024
industri kreatif
Industri fashion merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang tumbuh pesat. Foto: Dok. muslimvillage.com

Bekraf Promosikan Industri Kreatif Indonesia

Industri kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikanĀ terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu, ditunjang kebijakan pemerintah dalam mengembangkan 14 subsektor industri kreatif pada medio 2008. Pada tahun 2014-2015, menurut data Kementerian Perindustrian, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diperkirakan mencapai Rp111,1 triliun.

Untuk lebih meningkatkan nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan promosi dengan mengirimkan para pelaku industri kreatif ke berbagai event internasional, seperti pada sektor fashion ada Islamic Society of North America (ISNA) di Chicago, Amerika Serikat pada 2-5 September, Fashion Kode 2016 di Seoul, Korea Selatan pada 18-20 Oktober, Arab Fashion Week 2016 di Dubai, Uni Emirates Arab pada 31 Oktober-2 November. Sementara itu, untuk sektor pertunjukan, ada event OzAsia Festival 2016 di Adelaide, Australia, pada 20-26 September 2016.

Bentuk dukungan Bekraf adalah dengan memberikan fasilitasĀ travel grantĀ berupa pembiayaan kargo, desain konstruksi stan, suvenir untuk pengunjung, pembuatanĀ look book, serta sewa lahan. Pada perhelatan ISNA di Chicago, Bekraf memberikan fasilitasĀ travel grantĀ bagi lima labelĀ fashion, yaitu L.Tru, ETU by Restu Anggraini, Kami Idea, Kaimma Malabis, dan Ria Miranda. Sementara itu, pada Fashion KODE di Seoul, ada empat desainerĀ fashionĀ yang telah lolos kurasi untuk mendapatkan fasilitas yang sama.

“Kami sediakan fasilitasĀ travel grantĀ untuk pelaku industriĀ kreatif, dalam hal ini perancang busana kita. Mereka dipilih berdasarkan hasil kurasi dengan kriteria tertentu, misalnya kesesuaian antara desain denganĀ eventĀ yang diikuti, juga kesiapan mereka untukĀ go international,” ujar Joshua Puji Mulia Simanjuntak, Deputi VI Bidang Pemasaran Bekraf.

Ricky Joseph Pesik, Wakil Ketua Bekraf, menambahkan, yang terpenting dari para desainer adalah mereka memilikiĀ business plan. “Percuma saja kalau mereka dibawa tampil di luar negeri kalau mereka tidak memilikiĀ business planĀ dari usaha mereka itu. Sehabis tampil, lalu apa yang akan dilakukan? Karena itu, kami hanya mengirim para desainer yang memilikiĀ business plan,” ujar Ricky.

Investor Asing Lirik Peluang di Sektor Pariwisata

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply