hitcounter
Thursday , October 21 2021

Beberapa Langkah Cakap Bermedia Sosial

Mungkin banyak yang sudah mendengar tentang rekam jejak digital alias digital footprint. Namun tidak semua sadar akan bahayanya ketika terlalu banyak data pribadi yang terpampang di internet atau media sosial.

Rekam jejak digital adalah tapak data yang tertinggal setelah kita beraktivitas di internet. Rekam jejak ini bisa terdeteksi kala mengirim email, mengunjungi website hingga posting sesuatu di media sosial. Bisa juga tertinggal tanpa sadar misalkan lewat jejak maps atau yang diposting orang lain.

“Ibaratnya jika kita tidak memperhatikan apa yang seharusnya tidak di posting di media sosial ini akan sangat bahaya. Bukan hal sepele lho. Mungkin tidak terasa sekarang bahayanya namun pelan-pelan jika perilaku kita terus seperti itu akan terjadi hal tak diinginkan,” ujar Nurul Fahmi, Dosen INSUD Lamongan dan Penulis dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (23/6/2021).

Dunia digital adalah akses bebas yang dapat diambil orang tak bertanggung jawab seperti pencurian identitas atau kriminal. Phishing, serangan manipulatif yang bisa membobol data penting semacam rekening bank, file berharga atau lainnya. Reputasi professional juga penting karena beberapa perusahaan merekrut karyawan dengan memperhatikan pola hidup berdasarkan media sosial. Bahaya lain yaitu pembunuhan karakter.

Lau bagaimana cara mengelola jejak digital? Hindari penyebaran data penting seperti alamat lengkap, nomor rekening bank, nomor ponsel. Buatlah password yang kuat, jangan posting sesuatu yang terlalu personal. Jangan posting yang negatif. Cari nama sendiri di Google dan hapus informasi sensitif yang kamu temukan.

Ada beberapa langkah umum sederhana agar cakap bermedia sosial. Anggaplah dunia maya seperti dunia nyata, jangan mudah terpengaruh isu. Selalu cek ricek info yang diterima. Terus pertimbang manfaat dan mudarat sebelum posting dan sharing. Buatlah rekam jejak digital yang positif, hindari rekam jejak digital negatif, dan ingatlah adanya pertanggungjawaban akhirat.

“Kita sebagai manusia di dunia nyata dan bersosial media harus lebih memperhatikan sikap dan kata-kata yang positif. Tapi kalau sudah berusaha tapi kok masih ada tidak sesuai, mungkin lingkaran kita yang harus dibenahi,” tegasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (23/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Fuad Hasan S.Pd.M.Pd (Dosen Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Jember), Eni Mahzumah S.Pd (Guru SMK Negeri 1 Tambakboyo), Muhajir Sulthonul Aziz S.Kom.M.I.Kom (Direktur PT Mahakarya Group dan Ketua Relawan TIK Surabaya), dan Key Opinion Leader Rismaya Nikmatul Hida Saskia Putri.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply