hitcounter
Sunday , September 19 2021

Bebas tapi Sopan di Ruang Digital

Berbicara tentang budaya digital selalu saja ada hal baru, informasi begitu cepat berdatangan. Dari berita yang dimuat di media sosial hingga grup WhatsApp semuanya serba cepat dan tentunya harus disaring kembali.

“Karen kebanyakan informasi, apalagi yang negatif kita jadi mikir aneh-aneh. Tiba-tiba bikin kubu-kubuan, padahal beda pendapat itu boleh. Demokrasi dan bebas berekspresi itu nyata dan harusnya menjadi ciri khas negara kita,” kata Henry V. Herlambang CMO Kadobox saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (7/9/2021).

Jadi apa solusinya? Henry menyarankan untuk mengikuti informasi yang produktif dan mengembangkan budaya digital baik bersama  dengan orang-orang dan komunitas positif. Lebih lanjut dia mengatakan ada beberapa pilar pendukung agar turut membangun budaya kreatif produktif di ruang digital. Antara lain dengan mefilter siapa saja dan akun apa saja yang diikuti, ikuti hanya komunitas yang positif dan produktif, selanjutnya biasakan untuk bijak saat berkomentar dan mengunggah di media sosial, serta berikan kontribusi sesuatu yang positif untuk lingkungan digital.

Bedakan saja akun-akun publik yang kurang produktif dan cenderung menggiring opini atau berisi gosip dengan akun produktif dan positif yang mengajarkan budaya baik dan mengedukasi cara-cara menambah income. Kualitas akun yang layak untuk diikuti pun dapat dilihat dari komentar yang ada di dalamnya, serta respon penulisnya. Komentar unggahan yang berbobot bahkan menambah nilai dan perspektif atau opini alternatif.

“Budaya sharing hal-hal yang positif pada akhirnya membuat kita mudah saling terkoneksi,” kata Henry.

Selain hanya mengkonsumsi konten orang lain, Henry pun mengajak untuk bisa membuat konten. Awalnya mungkin sulit, namun dengan membuat konten positif maka sebagai individu seseorang bisa mendapatkan nilai lebih. Bahkan secara digital seseorang akan mudah dilirik pihak perekrut atau HRD, mendapat peluang endorse, lebih dikenal calon pemberi peluang, lebih mudah membina relasi lewat media sosial, dan menjadi cara standout secara digital.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Rohmat TZ, Kepala Sekolah SMK Taruna Terpadu I, Dini Nurdiniah, Staf Pengajar di SMK Taruna Terpadu I, dan Rizky Alliya, Instruktur Edukasi4ID.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply