hitcounter
Thursday , June 20 2024

Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Permudah Perizinan Event

Jakarta, Vakansi – Perizinan event/acara, terutama terkait seni, budaya, dan olahraga, akan diproses secara digital. Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar otoritas tidak menghalang-halangi pelaksanaan event. Target presiden izin minimal dikeluarkan 45 hari sebelum event berlangsung

Hal itu disampaikan, Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ā ditemui di sela peluncuran @CreativebyIndonesia di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

Lanjut Sandi, untuk penyelenggaraan event skala besar, izin prinsip bisa diberikan enam bulan sebelum hari H. Selanjutnya, izin teknis yang lebih detail bisa diberikan tiga bulan sebelum penyelenggaraan. ā€œSementara, 45 hari sudah harus keluar izinnya dalam bentuk suatu sinergi secara totalitas dari K/L, termasuk melibatkan pemda, dari Mabes Polri hingga tingkat polsek,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selain Kemenparekraf, proses digitalisasi perizinan itu juga melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Polri. Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi akan mengoordinasikan seluruh elemen yang terlibat.

“Mulai dari wayangan, kegiatan dangdutan, selama mengacu pada konsep CHSE, juga melingkupi event-event olahraga, juga pertandingan sepak bola, difasilitasi. Tidak ada lagi pembatasan yang berkaitan dengan Covid-19,” tutur Sandi.

Menurutnya, lewat digitalisasi, biaya yang harus dibayar para penyelenggara kegiatan akan dibuat transparan dan akuntabel. Ia menargetkan proses sinkronisasi antara K/L berlangsung selama 30 hari sebelum di-soft launching.

“Perintah Bapak Presiden segera, jangan terlalu lama, langsung kita sosialisasikan, walau dalam bentuk masih pilot project di daerah tertentu dan akan diperluas ke daerah lain,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, digitalisasi perizinan acara itu, untuk menghilangkan citra pengurusan izin acara di Indonesia itu sangat ‘lama, ribet, dan mahal’. Rencana digitalisasi perizinan itu sebelumnya disampaikan Sandi di acara Indonesia Event Management Summit (IVES) di JCC, Selasa, 21 Februari 2023.

“Sesuai perintah Pak Presiden (Jokowi) sore ini ratas (rapat terbatas) untuk membahas perizinan event berbasis elektronik,” ujar Sandi, kemarin.

Sandi menyebutkan, ketersesiaan perizinan event berbasis elektronik merupakan salah satu upaya menggiatkan industri event yang nantinya akan “membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja.” “Event tahun ini naik 20–30 persen (dibanding tahun lalu), jadi diharapakan lapangan kerjanya juga bertambah. Karena event besar bisa menciptakan seribu lapangan kerja, sementara (event) tingkat daerah bisa 10–50 lapangan kerja,” tutupnya.

About Pasha

Check Also

Hong Kong Tourism Board dan Art Basel Umumkan Kemintraan Global

Jakarta, Vakansi – Hong Kong Tourism Board (HKTB) dan Art Basel dengan bangga mengumumkan kemitraan …

Leave a Reply