hitcounter
Tuesday , April 16 2024
Bandara Internasional Minangkabau

Bandara Internasional Minangkabau Cerahkan Pariwisata Sumbar

Fasilitas transportasi dan destinasi wisata bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu yang terjadi bagi pariwisata di Sumatera Barat. Provinsi yang beribu kota di Padang itu kini sedang mengembangkan Bandara Internasional Minangkabau untuk mendukung pariwisatanya.

“PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan pengembangan di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, dengan memperluas bangunan terminal penumpang, memperpanjang runway, dan mengintegrasikan bandara dengan stasiun kereta. Sebuah kabar yang baik untuk pariwisata Sumbar,” ujar Burhasman Bur, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat.

Kabar tersebut sangat cocok dengan apa yang telah dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Setelah melakukan rapat koordinasi Provinsi Sumatera Barat bersama 19 bupati/wali kota di Padang, Arief Yahya langsung menyusun planning bagi Sumatra Barat agar menjadi destinasi wisata halal. “Ini artinya gayung bersambut dengan kondisi pengembangan bandara,” ujar Burhasman.

Carocok, Painan, dan Sungai Nyalo merupakan tempat wisata yang pintu masuknya dari Bandara Internasional Minangkabau. Potensi Mandeh sebagai “Raja Ampat”-nya Sumatra Barat dapat dikembangkan sebagai wisata bahari yang indah. Karena itu, pemerintah sedang membangun akses dari Bandara Internasional Minangkabau ke kawasan Mandeh, lalu tembus ke Sungai Nyalo. Jika terlaksana, Padang diprediksi akan semakin ramai.

Agus Haryadi, Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II Persero, mengatakan, pada tahap I bangunan terminal penumpang diperluas menjadi 36.789 meter persegi sehingga dapat menampung pergerakan sebanyak 3,7 juta penumpang per tahun, kemudian pada tahap II akan dikembangkan menjadi 49.124 meter persegi guna menampung 5,9 juta penumpang per tahun.

”Seiring dengan perluasan terminal penumpang, jumlah konter check-in akan bertambah menjadi total 32 konter dengan 5 conveyor belt pengambilan bagasi,” kata Agus.

Konsep di dalam terminal juga akan diubah dengan memasukkan seluruh fasilitas pelayanan seperti toilet, musala, nursery room, kids zone, dan area komersial ke dalam ruang tunggu keberangkatan sehingga menciptakan ruang lebih luas bagi penumpang pesawat. “Adapun pengembangan terminal di Bandara Internasional Minangkabau memiliki desain modern dengan mengedepankan karakter dan kearifan lokal Sumatera Barat,” kata Agus.

Agus menambahkan, pengembangan di sisi udara menyentuh pengembangan runway dari yang saat ini berukuran 2.750 x 45 meter menjadi 3.000 x 45 meter guna mengakomodir pesawat berukuran lebih besar. Jumlah taxiway juga akan bertambah menjadi delapan taxiway sehingga akan memperlancar lalu-lintas pesawat di sisi udara guna meningkatkan on time performance maskapai dan mengakomodir lebih banyak penerbangan.

”Guna memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat, Bandara Internasional Minangkabau akan segera terintegrasi dengan jalur kereta api, dan sejalan dengan hal tersebut akan didirikan bangunan penghubung sepanjang 202,5 meter antara bandara dengan stasiun kereta api,” kata Agus.

Secara keseluruhan, pengembangan kawasan Bandara Internasional Minangkabau merujuk kepada green building yang ramah lingkungan. ”Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan Bandara Internasional Minangkabau sebagai ikon kota Padang yang dapat dibanggakan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, dan tentunya meningkatkan pariwisata Indonesia,” jelasnya.

“Kalau atraksi alamnya sudah bagus, maka akses tinggal diprioritaskan, nanti amenitas akan hidup sendiri oleh sektor swasta,” kata Arief Yahya.

Pemilik KrisFlyer Miles Bisa Belanja di Krisshop

About admin

Check Also

Kemenparekraf Dukung Penerbangan Perdana IndiGo Airlines Rute Bangalore – Denpasar

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyambut baik …

Leave a Reply