hitcounter
Monday , September 20 2021

Bahaya Hoaks Bisa Memecah Belah Masyarakat

Hoaks atau berita palsu begitu mudah menyebar di masyarakat karena cepatnya penyebaran informasi di era internet melalui medium perangkat komunikasi seperti ponsel pintar dan media sosial. Hal ini meresahkan, apalagi di tengah kondisi pandemi hoaks seputar kesehatan mengenai vaksin dan Covid-19 banyak beredar.

Hoaks adalah informasi bohong yang memiliki tujuan membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, menyakiti, bersifat provokasi dan memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi yang membaca maupun mendengarnya.

“Di masyarakat hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan,” kata Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Kamis (12/8/2021).

Hoaks sangat berbahaya dan dapat memecah belah masyarakat, oleh sebab itu perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks seperti yang disebutkan di atas.

Hoaks bisa dikenali dari sumbernya yang tidak jelas, memunculkan kebencian, dan cenderung tidak netral. Hoaks biasanya memanfaatkan fanatisme terhadap agama, memiliki judul headline yang provokatif, minta diviralkan, dan sering memanipulasi foto serta keterangan. Hoaks memiliki dampak yang tak bisa diabaikan seperti akan memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah.

Fibra pun menjabarkan peran setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks. Sehingga setiap orang haruslah menjadi pembaca cerdas dengan membaca keseluruhan artikel, cek kembali siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding,

Setiap orang juga berperan dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat. Di samping itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks. Sedari kecil anak pun bisa diajarkan oleh orang tua agar memutus rantai generasi hoaks dengan melatih anak berpikir lebih kritis dan biasakan anak untuk memahami pesan dari berita yang dibacanya. Orang tua pun bisa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait edukasi hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Maria Natasya, seorang Graphic Designer, Mardiana R.L, Vice Principal Kinderhouse Pre-school, dan Dee Rahma, seorang Digital Marketing.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply