hitcounter
Friday , September 17 2021

Bahasa Indikator Utama Menilai Kecerdasan Seseorang 

Kecerdasan yang dimiliki seseorang dapat dilihat dari bagaimana seseorang menggunakan bahasa. Bahkan dalam buku berjudul  ‘Manual of Ethnic’ John S. Mackenzie mwnyebutkan tiga tujuan utama bagi manusia dalam berbahasa, yaitu menyampaikan kebenaran, kebaikan, dan menunjukkan keindahan.

Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Parahyangan, mengungkapkan seseorang yang cerdas akan dicerminkan tuturan bahasanya yang merupakan paduan dari etika, estetika, dan logika bahasa yang digunakannya. “Sehingga bahasa bisa dikatakan merupakan indikator utama dalam menilai kecerdasan seseorang,” kata Alda saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Kamis (2/9/2021).

Mengenai bahasa, maka etika melihat apakah bahasa mengikuti norma-norma kebiasaan, adat istiadat, serta tata krama yang lazim dalam kehidupan masyarakat. Adapun estetika atau keindahan dalam bahasa terlihat dalam pemilihan kata-kata yang digunakan. Bahasa pun mengacu pada kemampuan logika dalam menggunakan dan menyusun frasa maupun kalimat yang didasarkan oleh logika dari awal sampai dengan kesimpulannya.

Saat ini banyak terdapat penggunaan bahasa Indonesia yang di campur dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Alda pun mengajak agar setiap individu terbiasa mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena hal itu sekaligus menunjukkan etika, estetika, dan logika.

Menurutnya dengan hadirnya kemajuan teknologi, memunculnya kata-kata baru sebenarnya sudah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yang baik. Misalnya gadget menjadi gawai, online menjadi daring atau dalam jaringan, offline menjadi luring atau luar jaringan, serta download kini memiliki padanan kata mengunduh, upload menjadi mengunggah, dan masih banyak lagi yang harus lebih banyak digunakan dibanding bahasa asing.

Selain itu Alda menyampaikan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat bermanfaat agar pesan yang ingin sampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh orang lain. Kegunaan lainnya, dalam membuat konten bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memudahkan orang saat mencarinya. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa pemersatu dan sebagai orang beradab dan mengetahui sopan santun sudah sepatutnya untuk menerapkannya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Jaenal Mutakin, Divisi Kemitraan Pengurus Forum TBM Provinsi Jawa Barat, dan Mona Ratuliu, seorang selebritis dan juga Founder ParenTHINK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply