hitcounter
Thursday , October 21 2021

Bagaimana Cara Bercakap Digital?

Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional 2021 digagas pemerintah agar masyarakat cakap digital. Sebenarnya apa cakap digital yang diharapkan? Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengatakan, harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik, menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas, perbanyak UMKM onboarding the platform e-commerce.

Bagian dari sosialisasi gerakan cakap digital ini dengan melakukan Webinar seperti pada Rabu (9/6/2021) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Citra Rosalyn Anwar, Dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar mengatakan, cakap digital bukan soal masyarakat pintar pengoperasian secara fisik saja. Bukan hanya sebatas mendownload tapi kita juga harus bisa mengoptimalkan penggunaannya untuk sebesar-besar manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

“Kita belanja online tidak pernah tertipu, bagaimana caranya kita memilih toko online yang aman, kita tidak merugi seperti itu ada triknya itu, itulah bagian dari skill digital,” jelasnya.

Dia menambahkan, digital literasi merupakan sebuah hal yang penting untuk kita tahu, kita pahami kemudian kita bagikan semua orang supaya kita bisa lebih merasakan hal-hal baiknya. Seperti literasi digital yang dimiliki seorang wajib dicontohkan juga kepada anaknya.

Menurut Citra, tidak harus seperti polisi siber yang selalu memantau dan menginterogasi. Namun dengan memberi pemahaman soal literasi digital dengan bahasan yang diterima mereka. Misalnya, belajar literasi digital dari idol K-Pop bagaimana mereka selalu menjaga privasi orang lain di luar para idol dengan menyamarkan wajah mereka. Bagaimana mereka selalu bermedia sosial dengan baik, tidak pernah berkata kasar karena sadar itu adalah ruang publik dan berbagai contoh yang bisa dianalogikan.

“Mengajarkan etika dalam berkomunikasi secara digital juga sebuah literasi digital yang sangat penting. Misalnya, ketika akan menelepon atau melakukan panggilan video sebaiknya meminta izin dengan mengirim pesan terlebih dahulu,” tuturnya.

Citra juga menjelaskan, bagaimana etika dalam berkomentar di media sosial. Sebelum berkomentar, kata-kata yang sudah diketik harus direfleksikan terhadap diri sendiri. Apakah nyaman jika ada kata-kata ini disampaikan untuk kita?

Sementara itu, Moch Latif Haidah, Tim komunikasi Publik Relawan TIK Indonesia menyebut kesopanan merupakan hal utama yang harus dilakukan pengguna internet di Indonesia. Jangan merasa tidak bertatap muka secara langsung sehingga dapat berperilaku bebas. Di ruang digital ada jejak digital yang tidak akan hilang sampai kapanpun.

Kesopanan online itu diartikan kesopanan yang dilakukan saat sedang berada dalam dunia digital ketia posting sesuatu, berinteraksi dengan sesama pengguna hingga aktivitas jual beli. Netizen Indonesia sudah dikenal sebagai netizen paling tidak sopan di dunia. Sebab, menurut Latif, netizen Indonesia tidak akan segan-segan untuk berkomentar langsung di akun media sosial pihak yang sudah mengecewakan mereka. Sebut saja seperti akun Instagram Badmintin World Federation (BWF) saat tim Indonesia didiskualifikasi saat ajang All England atau pecatur dunia Gothamcess.

Latif mengatakan, masyarakat jangan mudah tersulut dan bereaksi ketika ada sesuatu yang viral. Demi menjadi warga net yang sopan, masyarakat harus paham tipe media sosial, harus memiliki pelindung anti hoaks dan beretika saat berinteraksi. Agar tidak cepat tersulut jika ada sesuatu yang viral maka masyarakat harus mewaspadai judul yang provokatif.

“Jangan langsung bereaksi, judul bisa saja hanya agar kita meng-klik berita mereka. Jangan lupa untuk teliti cek alamat situs, karena bisa saja hanya beda satu huruf, dan juga kebenaran berita. Terpenting pastikan berita yang dibagi merupakan fakta bukan hoaks,” jelasnya.

Pada kesempatan Webinar ini selain mereka berdua juga turut hadir sebagai pembicara Dedy Heisyanto (Kordinator Program Mafindo), Acep Syaripudin (Kordinator Literasi Digital ICW Watch) dan Iliana Salsabila seorang Key Opinion Leader (KOL).

Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi, ini merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply