hitcounter
Wednesday , July 24 2024

Aturan-aturan saat Berkomunikasi Online

Pada aturan-aturan online atau dikenal dengan netiket, kita sebagai pengguna harus bersikap sesuai etika layaknya di dunia nyata. Meski berkomunikasi dengan layar ponsel atau gadget, kita harus menyadari bahwa dibaliknya ada seseorang juga. Dalam netiket, sesama manusia kita harus saling menghargai. Di dunia digital ini konsep saling menghargai juga berlaku pada waktu dan privasi orang lain.

“Sebagai seseorang yang sudah bertekad bermain sosial media, kita harus memberikan informasi yang berguna. Berbagi pengetahuan yang mengedukasi orang lain,” tutur Sari Kusumaningrum, Presdir PT Juwita Bersinar Indonesia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (09/11/2021).

Selama berkomunikasi di ruang digital, terutama saat pandemi berlangsung kita kerap memanfaatkan konferensi online untuk berkomunikasi dengan banyak orang atau sering digunakan sebagai pengganti rapat. Mengikuti konferensi online pun sudah semestinya menerapkan etika. Etika dalam konferensi online di antaranya, mematikan audio saat tidak berbicara, berpenampilan rapi, sopan, dan menarik, menyalakan kamera, menggunakan background yang profesional, serta fokus mengikuti konferensi dari awal hingga akhir.

Sementara itu, pada saat kita berkomunikasi via email, pastikan di dalamnya mengisi subject (judul) dan pesannya. Kirim pesan secara singkat, padat, dan jelas pada email. Jelaskan perihal yang akan disampaikan, berikan juga penyebutan nama yang benar beserta salam pembukanya. Hal penting yang perlu diperhatikan, pastikan email kita tidak ada typo.

“Selain konferensi dan email, kita juga harus punya aturan dalam bersosial media. Kalau kita memposting suatu konten itu harus mengedukasi, menghibur, menginspirasi orang lain. Jangan asal posting dan copy paste postingan orang lain,” ujar Sari.

Kemudian, pada aplikasi chatting seperti WhatsApp, jawab pesan sesegera mungkin setelah dibaca, sertakan emoji-emoji yang ramah, jangan meneruskan pesan berisi hoaks, jangan sembarangan mengundang orang untuk masuk ke WhatsApp grup.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (09/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Miswanto (Wakil Sekjen Pengurus Pusat Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara), Rinold Aberson Pardede (Project Director at Bien Cult), Koe Kenny (Head of Sukses Polindo Mandiri), dan Akhmad Tobibi sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital

About Pasha

Check Also

Impresi Aero Aswar Pakai Galaxy Z Fold6: Experience Baru, Like Never Before!

Jakarta, Vakansi – Animo pengguna usai peluncuran Galaxy Z Fold6 | Z Flip6 terus mendapat …

Leave a Reply