hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Aman Berinternet, di Media Sosial hingga Penggunaan Perangkat Digital 

Saat ini masyarakat sedang mengalami perubahan ke industri 4.0 dan menuju 5.0 yang lebih jauh lagi menerapkan bantuan teknologi. Namun sebenarnya meski menggunakan mesin maupun robot, semua itu tetap dibuat oleh manusia lewat kecerdasan buatan untuk efisiensi dan mempermudah kehidupan.

Pertanyaan selanjutnya adalah perindungan yang dibutuhkan dengan adanya kemajuan teknologi, sistem online dan penggunaan platform hingga perangkat agar aman. Sebab berbagai ancaman mulai dari pencurian data pribadi, penipuan online hingga hacker bisa dialami siapa saja di era yang serba internet seperti sekarang.

“Internet security ayolah kita mulai gunakan. Misalnya Kaspersky untuk aplikasi di hardware kita, kemudian ada NordVPN yaitu VPN untuk komunikasi data juga, tapi ini sifatnya sewa jangan pakai yang gratisan, mau pakai firewall silahkan. Ini perlindungan data kita saat kita komunikasi data,” kata Taufik Hidayat Kepala UPT IT dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Kamis, (7/10/2021).

Mulai dari keamanan data pribadi seperti informasi penting mengenai identitas yang dapat disalahgunakan untuk penipuan yang menimbulkan kerugian. Termasuk saat menggunakan media sosial, biasakan untuk mengganti password secara periodik. Gunakan autentifikasi dua faktor, dan aplikasi pihak ketiga.

Mengenai perlindungan data pribadi, saat ini di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memang belum memuat perlindungan data secara khusus. Namun ada ketentuan pasal 26 ayat (1) dan penjelasan UU 19/2016 yang menyebutkan data pribadi seseorang harus berdasarkan persetujuan orang yang bersangkutan.

Lebih lanjut dia pun memberikan beberapa tips untuk menjaga data diri di internet, antara lain jangan mensinkronisasikan antar media sosial yang dimiliki. Kemudian gunakan tanggal lahir yang berbeda, jangan autosave password, dan cermat dalam registrasi media sosial karena media sosial akan mendirect data pribadi orang yang bersangkutan saat menginstall dengan meminta izin.

Selain itu ketahui ciri-ciri penipuan digital, yaitu biasanya website tidak resmi dapat dilihat dari hurufnya dan penggunaan domain tidak akurat. Website pemerintah biasanya menggunakan go.id, dan ciri lainnya penipuan digital juga menggunakan email bukan lembaga atau organisasi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana seorang Graphic Designer, Goretti Meilani, Project & Planning Section Head Binus Group dan Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply