hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Aman Berinternet dengan Cerdas Berdigital

Sebanyak 769 peserta di Sinjai, Sulawesi Selatan mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 6 Oktober 2021. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, dosen dan konsultan IT, Syaiful Hendra; anggota Polri, Arief Elnanda; guru, Yenti Dwi Rositasari; dan pegiat literasi, Obhi Thiessaputra. Sedangkan moderator yaitu Rachman Pratama. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya adalah sesi pemaparan materi yang dibuka oleh Syaiful Hendra yang menyampaikan tema “Digital Skills and Online Learning”. Menurut Syaiful, digital skills berarti kemampuan seseorang untuk mencari, menilai, memanfaatkan, membagikan, dan membuat konten dengan perangkat digital. Adapun keterampilan yang berkaitan dengan hal tersebut, antara lain content creation and e-commerce, network and information security, UX/UI design and digital marketing, social media marketing, dan data analytics. “Sedangkan online learning merupakan belajar dengan memanfaatkan internet, perbedaannya dengan e-learning bisa tanpa internet,” katanya.

Selanjutnya, Arief Elnanda menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”. Ia mengatakan, terdapat sejumlah faktor terjadinya hate speech atau ujaran kebencian, antara lain psikologis dan kejiwaan, pengaruh lingkungan, serta kurangnya kontrol sosial dan ketidaktahuan masyarakat. Hal tersebut rentan berhadapan dengan hak berpendapat dan berekspresi, sehingga larangan ujaran kebencian ditujukan untuk melindungi hak asasi manusia (HAM). “Tindakan yang dianggap merugikan reputasi seseorang, biasanya diminta pertanggungjawaban melalui hukum perdata,” imbuh dia.

Pemateri ketiga, Yenti Dwi Rositasari, memaparkan materi bertema “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, kebebasan berekspresi berarti hak setiap orang untuk mencari, menerima, menyebarkan informasi dalam bentuk dan cara apapun. Namun, terdapat hal yang perlu dihindari antara lain konten yang menyinggung suku, ras, dan agama, berbau ujaran kebencian, serta informasi yang tidak benar atau hoaks. “Jangan menyindir hal-hal yang membuat orang lain tersinggung,” ujarnya.

Adapun Obhi Thiessaputra, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, warganet harus memahami potensi kejahatan siber sekaligus menjaga etika dan perilaku di dunia digital. Bentuk upaya pencegahan misalnya, rutin logout dari akun media sosial dan lokapasar, mengganti sandi secara berkala, berhati-hati mengakses tautan dari orang tak dikenal, serta jangan mudah percaya orang di media sosial. “Jejak digital yang ditinggalkan bisa disalahgunakan untuk mengancam pribadi dan merugikan diri,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Rachman Pratama. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Winda Sri Wulandari, bertanya tentang agenda setting media besar. Apa yang harus dilakukan warganet agar tetap bijak. Menanggapi hal tersebut, Arief Elnanda bilang, umumnya ketika pelaksanaan pemilu banyak media besar yang memanfaatkan untuk mengkampanyekan calon tertentu. Oleh sebab itu, warganet diharapkan kritis dan tidak hanya membaca di satu sumber media saja.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply